Sampit (ANTARA) - Pengurus Provinsi One Day One Juz (Odoj) Kalimantan Tengah menyalurkan paket apresiasi kepada 250 guru ngaji di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melalui kegiatan bertajuk ‘Senyum Guru Ngaji’.

“Karena guru ngaji merupakan ujung tombak terselenggaranya kegiatan mengaji setiap hari satu juz, tanpa ada guru ngaji tidak akan ada yang bisa membaca Al Quran sehingga kami merasa guru ngaji itu orang-orang yang perlu diapresiasi,” kata Ketua Pengurus Provinsi Odoj Kalteng Sri Rezeki Syachwani di Sampit, Sabtu.

Senyum Guru Ngaji merupakan salah satu rangkaian kegiatan Odoj Ramadhan bersama Quran ke-9 yang digelar tahun ini. Beberapa kegiatan lainnya meliputi Pesantren Muslimah di empat lokasi binaan hingga Klinik Tahsin. Selain itu, terdapat kunjungan ke sekolah-sekolah atau Odoj Goes To School dan ditutup dengan Mabit Pengurus.

Melalui Senyum Guru Ngaji, Odoj Kalteng menyalurkan bantuan 250 paket sembako beserta uang tunai kepada 250 guru ngaji sebagai bentuk apresiasi.

Sri Rezeki menjelaskan guru ngaji adalah ujung tombak syiar Islam. Menurutnya, tanpa peran guru ngaji di akar rumput, gerakan mengaji satu juz setiap hari tidak akan bisa berjalan konsisten seperti saat ini.

“Sasaran kami kali ini tersebar, baik yang di kota maupun di pelosok, meliputi guru ngaji keliling, guru ngaji kampung, TPA, hingga mereka yang berada di seluruh wilayah Kotim,” tambahnya.

Baca juga: PWRI Kotim pererat silaturahim purnatugas ASN lewat Gema Ramadhan

Sri Rezeki menambahkan, minat belajar mengaji yang paling tinggi saat ini berasal dari kalangan ibu-ibu, terutama di wilayah terpencil. Hal ini mendorong Odoj Kalteng semakin gencar melaksanakan dakwah hingga ke pelosok desa.

“Kami berusaha menghidupkan sinar dakwah itu hingga ke pelosok karena mereka termasuk yang jarang tersentuh dakwah. Kami bersinergi dengan komunitas lainnya sehingga cahaya dakwah itu tidak hanya di kota saja,” pungkasnya.

Baca juga: NAM Air Sampit siapkan penerbangan tambahan sambut mudik Lebaran 2026

Sementara itu, Ketua Pembina Odoj Kalteng Achmad Robita menyampaikan komunitas ini fokus dalam pengembangan Al Quran sejak 2016-2017. Selama ini, Odoj berkembang melalui syiar Quran dan berbagai khidmat pelayanan bagi umat.

Menurut Achmad, kegiatan pemberian apresiasi ini membutuhkan anggaran yang cukup besar dan dikumpulkan secara swadaya. Hal ini menjadi bukti perjuangan komunitas di Kotim yang tetap peduli terhadap kesejahteraan para pendidik Al Quran.

“Memang kita tidak bisa mengukur dari nominalnya tapi dilihat dari sisi perhatian, penghargaan dan apresiasi bagi guru ngaji ini juga menandai posisi guru ngaji adalah salah satu pilar dalam membentuk karakter bangsa,” ucapnya.

Ia menambahkan, paket sembako dan uang tunai yang dibagikan untuk berbagi kebahagiaan di bulan Ramadhan. Jumlah paket tahun ini mengalami peningkatan signifikan dari tahun-tahun sebelumnya, yakni dari 200 menjadi 250 paket.

Baca juga: DPRD Kotim desak pengawasan ketat barang kadaluarsa jelang Idul Fitri

Baca juga: Disiapkan 11 keberangkatan kapal untuk angkutan Lebaran di Pelabuhan Sampit

Baca juga: Polres Kotim siapkan strategi khusus amankan Lebaran