Sampit (ANTARA) - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus menunjukkan perkembangan signifikan dengan total penerima manfaat yang kini telah mencapai sedikitnya 11.000 orang.
“Hingga 24 Februari 2026 kemarin, sedikitnya empat SPPG telah beroperasi dan melayani lebih dari 11 ribu penerima manfaat yang terdiri dari siswa, santri, tenaga pendidik hingga kategori 3B,” kata Penjabat Sekretaris Daerah Kotim Umar Kaderi di Sampit, Sabtu.
Empat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah beroperasi penuh tersebut berada di Kelurahan Mentawa Baru Hilir, Mentawa Baru Hulu, Baamang Tengah serta wilayah Parenggean.
Rinciannya, SPPG Mentawa Baru Hilir melayani 3.430 penerima, Mentawa Baru Hulu melayani 2.866 penerima, Baamang Barat melayani 2.498 penerima, dan Parenggean melayani 2.561 penerima manfaat.
“Program ini merupakan upaya nyata pemerintah dalam pemenuhan gizi melalui layanan dapur SPPG yang tersebar di sejumlah kecamatan strategis,” tambahnya.
Baca juga: Odoj Kalteng bagikan 'Senyum' untuk 250 guru ngaji di Kotim
Ia melanjutkan, pemerintah bersama instansi vertikal juga tengah mempersiapkan operasional dua unit tambahan, yakni SPPG Baamang Barat dan SPPG Cempaga Hulu di Desa Pelantaran yang merupakan bagian dari SPPG Polri.
Perluasan layanan juga menyasar wilayah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (3T) di Kecamatan Antang Kalang dan Telaga Antang guna memastikan pemerataan akses gizi hingga ke pelosok desa.
“Jadi tidak hanya di kota, tapi di pelosok juga dibangun SPPG. Karena program MBG ini bertujuan meningkatkan asupan gizi anak sekolah dan kelompok rentan demi mendukung kualitas kesehatan, pertumbuhan, serta konsentrasi belajar generasi muda, sehingga kita terus berupaya agar program ini merata di Kotim,” lanjut Umar.
Selain aspek kesehatan, program ini menjadi instrumen penguatan ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi lokal dengan melibatkan 177 relawan yang berasal dari warga sekitar masing-masing SPPG.
Pelibatan pemasok lokal untuk pasokan ayam, ikan, sayur, telur, hingga susu, serta peran UMKM penyedia roti dan kue, menjadikan program ini sebagai penggerak ekonomi kerakyatan yang nyata.
“Kami mengharapkan MBG menjadi program strategis yang tidak hanya memperkuat gizi, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal secara nyata. Semoga kedepannya seluruh penerima manfaat segera terlayani,” demikian Umar Kaderi.
Baca juga: PWRI Kotim pererat silaturahim purnatugas ASN lewat Gema Ramadhan
Baca juga: NAM Air Sampit siapkan penerbangan tambahan sambut mudik Lebaran 2026
Baca juga: DPRD Kotim desak pengawasan ketat barang kadaluarsa jelang Idul Fitri