Sampit (ANTARA) - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Regional 3 Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah meningkatkan pembangunan buffer area atau drop zone di sisi utara Terminal Penumpang Pelabuhan Sampit untuk mengurai kepadatan saat musim mudik Lebaran 2026.

“Area itu masih dalam proses pengerjaan, seperti pengerasan lahan dan penataan lainnya. Karena tidak ada pengaspalan dan hanya pengerasan saja, kami upayakan minggu depan sudah bisa difungsikan,” kata Manager Terminal Pelayanan Terminal Pelabuhan Sampit, Tri Purbo Waluyojati di Sampit, Minggu.

Ia menjelaskan, fasilitas ini disiapkan sebagai langkah preventif untuk mengurai penumpukan kendaraan yang kerap memadati pintu masuk terminal saat musim mudik. Pembangunan fasilitas ini difokuskan untuk menjamin kelancaran arus penumpang.

Berdiri di atas lahan seluas sekitar 1.000 meter persegi, drop zone ini memiliki kapasitas tampung yang cukup memadai. Fasilitas baru ini diproyeksikan mampu mengakomodasi sekitar 40 hingga 50 kendaraan roda empat serta menampung hingga 100 unit sepeda motor.

Tri menyebut inisiatif ini diambil demi memprioritaskan keamanan serta kenyamanan calon penumpang. Saat ini, pekerjaan fisik yang mencakup pengerasan lahan terus dikebut agar siap digunakan dalam waktu dekat.

Baca juga: Penerima manfaat MBG Kotim sudah capai 11 ribu orang

“Yang jadi pertimbangan kami adalah faktor keamanan. Nantinya area depan terminal bisa lebih steril dan bebas dari kendaraan yang parkir sembarangan,” ucapnya.

Kehadiran drop zone ini dipastikan tidak akan mengubah sistem alur pelayanan penumpang yang telah berjalan. Proses check-in serta mekanisme administrasi lainnya akan tetap mengikuti prosedur standar yang selama ini berlaku bagi para pengguna jasa pelabuhan.

“Flowchart tidak berubah, check-in dan pelayanan lain tetap seperti yang ada saat ini. Jadi, saat puncak arus mudik nanti, diharapkan area depan terminal bisa lebih rapi dan tertata,” tambah Tri.

Terkait biaya operasional, pihak Pelindo memutuskan untuk menggratiskan akses ke area tersebut sebagai dukungan terhadap kelancaran arus mudik Lebaran. 

“Untuk sementara tidak dipungut biaya, namun ke depan jika sudah ditata lebih rapi, kemungkinan akan diberlakukan tarif,” demikian Tri Purbo Waluyojati.

Baca juga: Odoj Kalteng bagikan 'Senyum' untuk 250 guru ngaji di Kotim

Baca juga: PWRI Kotim pererat silaturahim purnatugas ASN lewat Gema Ramadhan

Baca juga: NAM Air Sampit siapkan penerbangan tambahan sambut mudik Lebaran 2026