Palangka Raya (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Tengah, Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut Palangka Raya mengingatkan masyarakat di provinsi setempat, agar mewaspadai hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir pada tiga hari mendatang.

"Kami juga mengeluarkan peringatan dini bagi masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan intensitas sedang hingga lebat, yang dapat disertai petir atau kilat dan angin kencang di sebagian besar provinsi ini," kata Prakirawan BMKG Kalteng, Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut Palangka Raya Neng Arini Nur P di Palangka Raya, Senin.

Dia menerangkan, wilayah Provinsi Kalteng itu meliputi Kabupaten Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, Sukamara, Lamandau, Seruyan, Katingan, Gunung Mas, Murung Raya, Barito Utara, Barito Selatan, Barito Timur, Kapuas, Pulang Pisau dan Kota Palangka Raya.

Masyarakat di 13 kabupaten dan satu kota di Kalteng juga diminta waspada dampak bencana yang ditimbulkan dari hujan lebat disertai angin kencang dan petir tersebut.

"Antara lain genangan air, banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan pohon tumbang," kata Neng Arini.

Dia menerangkan, sebelum terjadi hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir akan terlihat pertumbuhan awan konvektif atau awan Cumulonimbus (CB).

"Madden-Julian Oscillation (MJO) terpantau di Fase 6 (Western Pacific) aktif secara spasialdi wilayah Kalimantan. Daerah belokan angin dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) terpantau di wilayah Kalteng," katanya.

Neng Arini menerangkan, kondisi ini juga mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah tersebut. Didukung oleh kelembaban udara yang cukup basah, labilitas lokal kuat yang mendukung proses konvektif pada skala lokal juga meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah Kalteng.

Dia mengatakan, pertumbuhan awan CB yang biasanya terlihat gelap ini merupakan tanda-tanda terjadinya hujan disertai angin kencang diikuti sambaran petir. Untuk itu jika warga saat melihat fenomena tersebut agar waspada dan segera mencari tempat berteduh, namun tidak di bawah pohon.

Baca juga: BMKG ingatkan nelayan pesisir selatan Kalteng potensi gelombang tinggi

Selanjutnya, umumnya suhu udara berkisar antara 23 hingga 32 derajat celcius. Kelembaban udara berkisar antara 60 hingga 100 persen. Angin umumnya bertiup dari Barat Daya menuju Timur dengan kecepatan berkisar antara 5 hingga 20 km/jam.

"Saat terjadi hujan lebat disertai angin kencang dan petir, masyarakat harus segera mencari tempat berlindung yang aman seperti di dalam rumah atau gedung," katanya.

Masyarakat juga harus menjauhi papan reklame atau baliho, pohon besar, dan tidak berada di lapangan atau tempat terbuka untuk menghindari sambaran petir.

"Kami juga mengimbau masyarakat Kalteng agar mewaspadai potensi hujan lokal intensitas sedang hingga lebat dengan durasi singkat, yang dapat disertai petir kilat dan angin kencang ataupun angin puting beliung," kata Neng Arini.

Pihaknya secara berkala juga selalu berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait lain untuk menggambarkan potensi dan perkembangan cuaca terbaru guna antisipasi bencana.

Untuk dapat memperbaharui informasi perkembangan cuaca, masyarakat dapat mengakses laman resmi BMKG, aplikasi BMKG dan berbagai media sosial BMKG.

Baca juga: BMKG imbau warga waspadai potensi hujan berangin kencang di Kalteng

Baca juga: BMKG ingatkan warga pesisir selatan Kalteng potensi gelombang 2 meter

Baca juga: BMKG Kalteng imbau masyarakat waspadai potensi hujan sepekan