Palangka Raya (ANTARA) - Hasil pemantauan Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Tengah di empat kabupaten/kota di provinsi setempat pada April 2026, terjadi inflasi y-on-y 3,66 persen, atau terjadi peningkatan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 108,02 pada April 2025 menjadi 111,97 pada April 2026.
Statistisi Ahli Madya BPS Kalteng M Taufiqurrahman di Palangka Raya, Senin, mengatakan inflasi y-on-y di provinsi ini terjadi karena adanya kenaikan harga, yang ditunjukkan oleh naiknya seluruh indeks kelompok pengeluaran.
"Kelompok pengeluaran yang memberikan andil inflasi y-on-y, yaitu kelompok makanan, minuman, dan tembakau naik 2,11 persen, kelompok pakaian dan alas kaki 0,02 persen," ujarnya.
Selain itu, lanjut dia, pengeluaran dari kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga naik 0,16 persen, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,01 persen, kelompok kesehatan 0,04 persen, kelompok transportasi 0,17 persen, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan 0,02 persen, kelompok
rekreasi, olahraga, dan budaya 0,01 persen.
"Kelompok pendidikan juga memberi andil 0,10 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran 0,34 persen, dan
kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,68 persen," ucap Taufiqurrahman.
Untuk komoditas yang dominan memberikan andil inflasi y-on-y pada April 2026 di Kalteng, yakni, emas perhiasan, beras, daging ayam ras, ikan nila, sigaret kretek mesin, minyak goreng, angkutan udara, telur ayam ras, ikan bakar, ikan patin, nasi dengan lauk, kopi bubuk, tomat, ikan peda, bawang merah, sigaret kretek tangan, ikan saluang, bahan bakar rumah tangga, sewa rumah, dan solar.
Baca juga: Pemprov Kalteng perkuat pengendalian inflasi, awasi ketersediaan BBM
Sementara komoditas yang memberikan andil deflasi y-on-y di Kalteng, diantaranya bawang putih, cabai rawit, cabai merah, bayam, bensin, ikan gabus, sabun detergen bubuk, wortel, daging babi, kelapa, popok bayi sekali pakai/diapers, kunyit, sawi hijau, detergen cair, dan televisi berwarna.
Berdasarkan data BPS Kalteng, dari empat kabupaten/kota IHK di provinsi ini, seluruhnya mengalami inflasi y-on-y pada April 2026. Di mana inflasi y-on-y tertinggi terjadi di Kabupaten Kapuas sebesar 3,97 persen dengan IHK sebesar 113,92. Sedangkan kabupaten/kota yang mengalami inflasi y-on-y terendah yaitu Kabupaten Sukamara sebesar 2,81 persen dengan IHK sebesar 112,93.
Secara m-to-m, seluruh kabupaten/kota di Kalteng juga mengalami inflasi. Di mana inflasi tertinggi tercatat di Sampit dan Kabupaten Sukamara dengan inflasi m-to-m sebesar 0,44 persen.
"Inflasi terendah tercatat di Kota Palangka Raya yakni 0,40 persen," demikian Taufiqurrahman.
Baca juga: Wabup Kapuas dorong sinkronisasi data BPS dan Bulog untuk kendalikan inflasi
Baca juga: Pemkab Kotim perkuat akurasi data lewat Desa Cantik 2026
Baca juga: Hampir semua lapangan usaha di Kalteng tumbuh selama 2025