Logo Header Antaranews Kalteng

BKBPP Barut Gelar Advokasi Kesehatan Reproduksi Remaja

Selasa, 9 April 2013 16:01 WIB
Image Print
Ilustrasi, Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (BKPP) (Istimewa)

Muara Teweh, 9/4 (ANTARA) - Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (BKPP) Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, menggelar advokasi kesehatan reproduksi remaja yang diikuti petugas di sembilan kecamatan.

"Melalui kegiatan ini diharapkan para remaja mempunyai rasa keingin tahuan yang besar atas perkembangan fisik dan psikisnya, apabila rasa keingin tahuannya tidak mendapatkan jawaban yang memadai atau tidak diarahkan secara benar, maka akan menimbulkan permasalahan pada remaja," kata Kepala BKBPP Barito Utara (Barut) Inriaty Karawaheni di Muara Teweh, Selasa.

Menurut Inriaty, remaja sebagai indipidu yang masih tumbuh dan berkembang disegala aspek kehidupannya, dimana merupakan fase pertumbuhan yang unik dari proses pendewasaan sebagai manusia, karena mulai muncul perasaan-perasaan baru dan perobahan bentuk fisik yang kadang tidak difahami.

Permasalahan remaja, kata dia, pada saat ini begitu kompleks mulai jumlahnya yang cukup besar, pemenuhan pendidikan belum maksimal, kenakalan remaja hingga permasalahan Triad KRR yang meliputi pergaulan bebas, Napza dan HIV AIDS, kesemuanya itu dapat berakibat kurangnya penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja (PKBR).

"Perlu kita pahami saat ini perilaku remaja telah memasuki perilaku beresiko, diantaranya seperti kawin di usia muda, terlibat dalam perilaku seks pra nikah, menggunakan napza bahkan terinveksi HIV/AIDS," katanya.

Dia mengatakan untuk mengatasi permasalahan tersebut, Pemerintah Kabupaten Barito Utara melalui BKBPP telah mengembangkan program pusat informasi dan konseling remaja/mahasiswa (PIK R/M) yang dalam implementasinya membentuk kelompok-kelompok PIK R/M dilingkungan remaja baik yang berbasis sekolah, keagamaan maupun organisasi kepemudaan.

Tujuan umum dilaksanakannya kegiatan ini adalah untuk mendapatkan dukungan dari lintas sektor yang mengarah kepada meningkatnya pengetahuan dan kesepakatan tentang program kesehatan reproduksi remaja dalam kalangan pengambil kebijakan yang berbasis sekolah, keagamaan dan kepemudaan.

"Diharapkan para peserta mempunyai komitmen yang kuat tentang pentingnya pembinaan remaja, peserta bisa mengembangkan dan menumbuhkan kegiatan KRR dan peserta bisa memahami tentang pengelolaan PIK Remaja/mahasiswa," kata Inriaty.


(T.K009/B/F002/F002)



Pewarta :
Editor: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026