
Warga Kecamatan Montallat Tolak Lokasi Pasar Baru

Lokasi pasar baru yang telah dibeli pemerintah daerah, juga terlalu jauh dari pemukiman penduduk maupun dari badan jalan umum. Akibatnya barang dan dagangan pedagang yang ditinggalkan jadi rawan hilang,"
Muara Teweh, 21/10 (Antara) - Warga dan pedagang Kelurahan Tumpung Laung, Kecamatan Montalat, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah menolak pemindahan lokasi pasar baru kelurahan setempat.
"Kami tetap menolak relokasi dan pemindahan lokasi Pasar Maju Tumpung Laung ke tempat baru. Boleh saja dipindah, tetapi lokasinya harus tetap berada tak jauh dari bantaran sungai," kata warga Kelurahan Tumpung Laung Kecamatan Montallat, Ahmad Riduansyah di Muara Teweh, Senin.
Menurut Riduansyah, jika pasar baru dipindah ke lokasi baru yang jauh dari pinggiran sungai, akan sulit mengawasi barang yang ditinggal. Begitu pun warga yang berbelanja akan banyak membutuhkan biaya guna angkutan barang.
Selain itu, kata dia, keamanan barang dan kelotok maupun kapal yang ditinggalkan tidak terjamin, karena terlalu jauh dari penglihatan para pedagang.
"Lokasi pasar baru yang telah dibeli pemerintah daerah, juga terlalu jauh dari pemukiman penduduk maupun dari badan jalan umum. Akibatnya barang dan dagangan pedagang yang ditinggalkan jadi rawan hilang," katanya.
Dia mengatakan, penolakan warga ini dengan membuat surat kepada pemerintah daerah dan pihak kecamatan bisa memikirkan dampak ini, sehingga dalam menentukan lokasi baru bisa bernilai positif baik untuk warga dan juga pedagang.
Hal yang disampaikan ini adalah protes tertulis kedua yang mereka sampaikan. Malah permasalahan ini kata perwakilan warga, sudah sampai ke Bupati Barito Utara yang baru, Nadalsyah.
Ada sebanyak 60 tanda tangan warga dan pedagang di surat itu. Dalam suratnya, mereka meminta pemindahan lokasi pasar dapat dievaluasi. Sebab lokasi pasar baru sangat jauh dari bantaran Sungai Barito.
(T.K009/B/Z002/Z002)
Pewarta :
Editor: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026
