Logo Header Antaranews Kalteng

Demonstrasi Jangan Ditunggangi Kepentingan Politik

Minggu, 24 November 2013 18:00 WIB
Image Print
Ilustrasi, (FOTO ANTARA Kalteng/Jaya Wirawana Manurung)
...Saya tidak mempermasalahkan soal demonya, tetapi kenapa menggunakan simbol adat dan agama tertentu untuk kepentingan yang lebih besar,"

Sampit, Kalteng, 24/11 (Antara) - Maraknya aksi demonstrasi belakangan ini di Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah, diharapkan tidak ditunggangi kepentingan politik pihak tertentu untuk kepentingan kelompok atau pribadi.

"Politik jangan dibungkus dengan hal-hal lain karena itu tidak baik. Menjelang pemilu ini, suhu politik meningkat, tapi tolong dikendalikan. Kalau politik dijalankan secara baik, tidak ada masalah. Sama-sama mengendalikan keadaan supaya tidak ada konflik fisik, SARA dan lainnya yang bisa merusak demokrasi," Ketua Majelis Daerah Agama Hindu Kaharingan Kotim, Dewin Marang di Sampit, Minggu.

Demostrasi adalah hal yang lumrah dalam negara demokrasi seperti di Indonesia. Namun jika aksi tersebut ditunggangi kepentingan kelompok tertentu, maka masyarakat yang nantinya akan dirugikan.

Tokoh masyarakat yang saat ini duduk sebagai anggota DPRD Kotim ini juga mengingatkan agar demonstrasi dilakukan sesuai aturan dan tidak sampai menyinggung perasaan atau kepercayaan pihak tertentu.

Demonstrasi yang mengusung kepentingan adat dan agama, tentu tidak dipermasalahkan jika membawa nama masyarakat adat atau agama. Namun menurut Dewin, terkadang demostrasi demonstrasi dikaitkan dengan masyarakat adat pedahal kepentingan yang diusung tidak ada kaitannya.

"Tapi kalau tidak ada kaitannya dengan adat, tidak perlu membawa-bawa simbol agama. Atas nama masyarakat adat, ternyata hanya kelompok tertentu. Saya tidak mempermasalahkan soal demonya, tetapi kenapa menggunakan simbol adat dan agama tertentu untuk kepentingan yang lebih besar," sesal Dewin.

Dia mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi atau ikut terseret kepentingan politik yang dibungkus berbagai isu sebagai alasan. Dukungan penuh perlu diberikan jika aksi tersebut memang murni memperjuangkan aspirasi masyarakat.

Dewin mengajak semua pihak untuk menjaga kondisi Kotim yang sudah sangat kondusif. Semua pihak harus sepakat untuk mencegah munculnya pihak-pihaknya yang ingin memanfaatkan situasi yang ada untuk kepentingan tertentu yang tidak ada kaitannya dengan nasib masyarakat luas.

"Saya berharap aksi-aksi demo tidak mengatasnamakan atau menyinggung pihak-pihak yang sebenarnya tidak berkeinginan tentang hal itu. Misalnya masyarakat adat, itu kan banyak. Artinya semua etnis kan masyarakat adat. Jangan pula membawa agama," pungkas Dewin.

(T.KR-NJI/B/M009/M009)



Pewarta :
Editor: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026