
Pedalaman Sungai Barito Kembali Bisa Dilewati Kapal

Muara Teweh (Antara Kalteng) - Pedalaman Sungai Barito di wilayah Kabupaten Barito Utara, dan Murung Raya, Kalimantan Tengah, saat ini sudah bisa dilewati kapal dan tongkang setelah debit air mulai naik menyusul hujan yang turun beberapa hari terakhir ini.
"Sejak Rabu (3/2) siang sejumlah kapal dan tongkang bermuatan ribuan ton batu bara serta kosong mulai berlayar ke hilir atau selatan, setelah empat hari terhenti karena air sungai surut," kata Kepala UPTD Lalulintas Angkutan Sungai Danau Dan Penyeberangan (LLASDP) pada Dinas Perhubungan Pemerintah Barito Utara Nurdin di Muara Teweh, Kamis.
Naiknya debit air di daerah aliran sungai (DAS) Barito sepanjang 900 kilometer yang bermuara di Kalimantan Selatan ini karena hujan mulai turun sejak beberapa hari terakhir di wilayah Kabupaten Barito Utara dan Kabupaten Murung Raya yang terletak di wilayah hulu atau utara.
Sejumlah kapal tarik (tug boat) dan tongkang kosong milik perusahaan batu bara yang sempat tertahan di pinggiran Sungai Barito kawasan Bukau Kecamatan Teweh Tengah dan tempat lainnya kini sebagian mulai berlayar ke hulu.
"Ketinggian air mulai naik, kini dapat dilayari tongkang berkapasitas muatan batu bara di atas 3.000 ton," katanya.
Menurut dia, tongkang yang berlayar mengangkut batu bara masih belum banyak, karena saat ini masih menunggu antrean di pelabuhan khusus (stock file) untuk memuat batubara.
"Skala tinggi air (STA) di Muara Teweh pada Kamis (4/2) siang berada diangka 6,60 meter yang menunjukkan ketinggian air lebih aman untuk transportasi sungai khususnya kapal bertonase besar," ujarnya.
Memang hujan di Barito Utara intensitasnya masih rendah dan tingginya debitnya air Sungai Barito ini karena curah hujan di wilayah hulu atau pedalaman Kabupaten Murung Raya cukup tinggi.
"Air Sungai Barito naik biasanya hujan di wilayah utara atau hulu sangat tinggi dan lebat," kata Nurdin.
Pewarta : Kasriadi
Uploader: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026
