
Penyakit Menular Prioritas Dinkes Kalteng

....Akses dan mutu pelayanan kesehatan juga perlu menjadi perhatian serius agar lebih ditingkatkan,"
Palangka Raya (Antara Kalteng) Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah dari tahun 2011-2015 masih tetap memprioritaskan penanggulangan penyakit menular seperti HIV/AIDS, Tuberculosis dan Malaria karena masyarakat yang menderita berbagai penyakit menular tersebut sangat banyak, dan bahkan tidak jarang menelan korban jiwa.
Kepala Dinas Kesehatan Kalteng Suprastija Budi melalui laporan akuntabilitas kinerja pemerintah di Palangka Raya, Rabut menyebut penyakit-penyakit infeksi telah banyak mengalami penurunan, dan penyakit tidak menular kedepan menjadi tantangan karena diprediksi bakal berpotensi menjadi penyebab terbesar kematian di provinsi ini.
"Berbagai penyakit tersebut sangat berkaitan erat dengan kebiasaan hidup masyarakat, sehingga perilaku hidup bersih dan sehat berperan penting mengatasinya. Akses dan mutu pelayanan kesehatan juga perlu menjadi perhatian serius agar lebih ditingkatkan," tambahnya.
Menanggulangi agar penyakit menular maupun tidak menular tersebut, Dinkes Kalteng berupaya meningkatkan ketersediaan dan keterjangkauan pelayanan kesehatan yang bermutu bagi seluruh masyarakat, serta ketersediaan tenaga kesehatan merata dan berkualitas secara berkesinambungan, khususnya di daerah terpencil atau kurang diminati.
Selain itu, meningkatnya mobilisasi masyarakat dalam rangka pemberdayaan melalui advokasi, kemitraan dan peningkatan sumber daya pendudukung, sekaligus promosi kesehatan dalam mencapai perilaku dan kemandirian hidup bersih dan sehat.
"Masalah pembangunan kesehatan tidak dapat terselesaikan Dinkes saja, namun memerlukan kerjasama dan peran lintas sektor yang optimal. Partisipasi aktif dari masyarakat baik dalam bentuk pembiasaan diri untuk berperilaku hidup bersih dan sehat maupun kemandirian dalam pembiayaan pemeliharaan kesehatan melalui JKN juga sangat diperlukan," kata Suprastija .
Dari hasil analisis Dinkes Kalteng, maka perlu dilakukan beberapa langkah penting yakni pemberian kewenangan tambahan pada Puskesmas untuk penanganan gawat darurat dengan Pelayanan Obs-tetri Neonatal Esensial Dasar (PONED), pemberdayaan rumah sakit sebagai sarana rujukan dalam Pelayanan Obstetri Neonatus Essential Komprehensif (PONEK) dan upaya-upaya standarisasi pelayanan kesehatan kebidanan.
Kemudian meningkatkan capaian program rumah tunggu sebagai upaya menurunkan AKI dan AKB, karena sebagian besar wilayah Kalteng memiliki kondisi geografis yang cukup sulit dijangkau dan sarana dan prasarana transportasi yang terbatas.
"Perencanaan program hendaknya dilakukan secara menyeluruh, sehingga program dan kegiatan yang dihasilkan dapat lebih mendukung pada pencapaian sasaran, tujuan dan visi, misi," demikian Kepala Dinkes Kalteng ini.
Pewarta : Jaya Wirawana Manurung
Uploader: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026
