Wisatawan Penuhi Penginapan di Pantai Ujung Pandaran

id pantai ujung pandaran, wisatawan

Salah satu wisatawan menikmati keindahan alam di Pantai Ujung Pandaran, Kotim. (Foto Antara Kalteng/Norjani)

Sampit (Antaranews Kalteng) - Para pengelola penginapan di objek wisata Pantai Ujung Pandaran Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah panen karena seluruh kamar terisi penuh oleh wisatawan dari berbagai daerah yang menghabiskan liburan tahun baru.

"Hasil koordinasi kami dengan para pengelola penginapan, mereka mengakui bahwa semua kamar habis disewa wisatawan yang menikmati malam tahun baru di Ujung Pandaran ini. Ini tentu membawa dampak positif dari sisi ekonomi," kata Kepala Desa Ujung Pandaran, Aswinnor di Ujung Pandaran, Senin.

Pantai Ujung Pandaran terletak di Kecamatan Teluk Sampit, berjarak sekitar 85 kilometer dari pusat kota Sampit. Pantai yang menghadap Laut Jawa itu memang selalu dibanjiri wisatawan, khususnya saat libur panjang seperti libur lebaran dan malam tahun baru.

Besarnya potensi wisata di pantai itu, membuat pengusaha beramai-ramai membangun penginapan di pinggir pantai. Ternyata langkah mereka membuahkan hasil karena kini pengunjung Pantai Ujung Pandaran makin ramai dan banyak yang menginap.

Saat malam pergantian tahun 2017 ke 2018 tadi malam, wisatawan memadati pantai tersebut untuk bersantai. Wisatawan yang datang tidak hanya dari Kotawaringin Timur, tetapi juga dari daerah lain seperti Seruyan, Kotawaringin Barat, Palangka Raya, bahkan Banjarmasin.

Tarif kamar yang disewakan bervariasi, mulai dari Rp150 ribu, Rp250 ribu, Rp300 ribu, Rp400 ribu, Rp600 ribu, hingga Rp1 juta. Perbedaan tarif kamar tergantung ukuran dan fasilitas yang tersedia di kamar tersebut.

Mereka umumnya sudah memesan kamar satu minggu sebelum tahun baru. Tidak heran jika ada wisatawan hendak memesan ketika sampai di lokasi, sebagian tidak mendapat kamar, sehingga memilih begadang. Untungnya pengelola penginapan juga membuka penyewaan kamar mandi dan toilet untuk umum.

Aswinnor berharap jumlah wisatawan terus meningkat sehingga berdampak positif terhadap perekonomian masyarakat setempat. Masyarakat juga diuntungkan karena wisatawan juga berbelanja konsumsi, serta menggunakan berbagai jasa yang memberikan pendapatan bagi masyarakat.

Selain keindahan alamnya, di pantai tersebut juga terdapat objek wisata religi yang banyak didatangi peziarah. Yakni kubah atau makam Syekh Abu Hamid bin Syekh Haji Muhammad As`ad Al Banjary yang merupakan buyut dari ulama terkenal di Kalimantan Selatan yakni Syekh Muhammad Arsyad Al Banjary atau lebih dikenal dengan sebutan Datu Kelampayan, yang terkenal dengan kitab karangannya berjudul Sabilal Muhtadin yang hingga kini banyak digunakan di sejumlah negara.

Pantai Ujung Pandaran merupakan objek wisata andalan Kabupaten Kotawaringin Timur. Pemerintah makin serius mengembangkan kawasan wisata itu, di antaranya dimulai dengan merelokasi perkampungan nelayan dan akan membangun berbagai fasilitas seperti dermaga wisata, pertokoan dan sarana lainnya.

"Memang yang saat ini banyak dikeluhkan pengunjung adalah sulitnya akses komunikasi. Kalau hari biasa masih bisa, tetapi saat ramai pengunjung seperti sekarang, jaringan telepon dan internet sangat sulit. Kami berharap ini nanti ada solusinya," kata Aswinnor.

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur makin serius mengembangkan pariwisata daerah. Sektor ini diyakini mampu menjadi sektor andalan baru untuk membantu menopang perekonomian daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 



Pewarta :
Editor: Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar