
Seruyan mendapat bantuan satu unit ekskavator

Kuala Pembuang (Antaranews Kalteng) - Pemerintah Kabupaten Seruyan mendapatkan bantuan satu unit alat berat ekskavator dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah untuk membantu para petani.
"Alat berat ekskavator itu untuk membantu masyarakat, khususnya petani membuka atau membersihkan lahan pertanian," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Seruyan, Sugian Noor di Kuala Pembuang, Selasa.
Ia mengatakan, bantuan ekskavator dengan status pinjam pakai dari Dinas Pertanian Kalteng itu merupakan salah satu upaya pemerintah untuk membantu petani yang selama ini kesulitan membersihkan atau membuka lahan karena karena adanya larangan membakar lahan, terutama petani ladang di wilayah Hulu Seruyan.
"Jadi ekskavator itu untuk membantu membersihkan tunggul kayu di lahan pertanian,sehingga petani tidak perlu lagi membakar serta tidak perlu lagi menerapkan ladang berpindah. Namun mengelola serta memaksimalkan ladang yang sudah ada," katanya.
Ia menjelaskan bagi masyarakat yang ingin memanfaatkan ekskavator untuk membuka dan membersihkan lahan pertanian dapat mengajukan permohonan kepada Bupati Seruyan dan ditembuskan Kepada DKPP serta melampirkan foto lahan yang akan digarap.
"Untuk biaya BBM serta operator sudah disiapkan. Tinggal masyarakat nanti membantu pengamanan alat berat ketika di lokasi," katanya.
Ia menyebutkan akibat adanya larangan membakar lahan realisasi produksi padi di "Bumi Gawi Hatantiring" mengalami penurunan cukup signifikan.
Pada 2017 realisasi produksi padi tercatat sebesar 18.382 ton atau turun 4.714 ton dibandingkan tahun 2016 sebanyak 23.096 ton.
Penurunan produksi yang cukup signifikan terjadi untuk padi ladang yang berasal dari empat kecamatan, yakni Kecamatan Seruyan Tengah, Batu Ampar, Seruyan Hulu, dan Kecamatan Suling Tambun.
Selain realisasi produksi, luas tanam padi 2017 di Seruyan juga menurun dibanding tahun sebelumnya, yakni dari 8.681 hektare turun jadi 5.708 hektare.
Penurunan luas tanam ini juga berdampak pada penurunan luas panen 2017, dari sebelumnya 8.206 hektare menjadi 5.126 hektare.
"Namun dengan adanya bantuan excavator ini, kita optimistis produksi pertanian di Seruyan akan kembali meningkat," katanya.
Pewarta : Fahrian Adriannoor
Editor: Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
