Logo Header Antaranews Kalteng

Pupuk kesetiakawanan sosial melalui peringatan HKSN

Sabtu, 1 Desember 2018 20:07 WIB
Image Print
Kepala Dinas Sosial Kalteng Suhaemi (kaos merah) berfoto bersama penyandang disabilitas pada saat peringatan HKSN se-Kalteng yang dipusatkan di Kota Palangka Raya, Jumat (30/11/18). (Foto Antara Kalteng/Adi Wibowo).

Palangka Raya (Antaranews Kalteng) - Memperingati Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) yang di gagas Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Tengah di hadiri puluhan penyandang disabilitas, anak putus sekolah, wanita rawan sosial ekonomi, pakir miskin se provinsi setempat yang dipusatkan di Kota Palangka Raya.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Tengah Suhaemi mengatakan, tujuan dilaksanakannya HKSN tidak lain adalah guna memupuk atau meningkatkan rasa kesetiakawanan sosial yang sifatnya saling menolong sesama manusia ciptaan tuhan, serta saling hormat-menghormati dan tidak memandang perbedaan agama apapun maupun status.

"Apa yang kami lakukan saat ini merupakan wujud nyata kesetiakawanan sosial, baik itu memberikan alat bantu bagi penyandang disabilitas, pemberian pembimbingan sosial dan keterampilan bagi wanita rawan sosial ekonomi, anak putus sekolah, anak terlantar dan lain sebagainya," kata Suhaemi di Palangka Raya, Jumat.

Dia menjelaskan, sebenarnya kegiatan seperti ini selalu dirayakan setiap tahunnya. Hal ini tidak lain agar sifat kesetiakawanan sosial yang mereka miliki meski mereka memiliki kekurangan sejak lahir, tidak akan pernah luntur.

Sehingga sifat tolong-menolong serta ingin menjadikan mereka orang-orang yang sukses dan tidak dipandang sebelah mata, mereka akan terus lakukan.

"Bagi mereka penyandang disabilitas selalu kami berikan bantuan mengenai seperti kaki palsu, alat bantu mendengar serta lain sebagainya yang tujuannya agar mereka tetap percaya diri dalam menjalankan kehidupannya sehari-hari," ucapnya.

Untuk menekan angka kemiskinan di provinsi ini, Dinsos Kalteng setiap tahunnya membuka kegiatan pelatihan kepada masyarakat yang tidak mampu.

Bahkan banyak para penyandang disabilitas, wanita sosial rawan ekonomi serta anak jalanan yang dilatih keterampilan tangan oleh Dinsos setempat banyak yang sukses menjadi pengusaha kecil di setiap daerah.

"Ini sudah ada yang berhasil dan saya ajak para dinas terkait bisa membantu para disabilitas, salah satunya memperkerjakan mereka dan yakin saja mereka memiliki skil untuk bisa berkerja. Ingat jangan pandang remeh dan saya yakin bisa dilakukan." ungkapnya.



Pewarta :
Uploader: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026