
Dinsos Palangka Raya pantau operasional Sekolah Rakyat

Palangka Raya (ANTARA) - Dinas Sosial Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng) melakukan pemantauan rutin operasional Sekolah Rakyat sejak diresmikan Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin satu bulan lalu.
Kepala Dinas Sosial Kota Palangka Raya, Riduan mengatakan bahwa pihaknya melakukan pemantauan setiap hari untuk memastikan seluruh kegiatan berjalan sesuai ketentuan.
“Mulai dari penjaga malam, wali asrama, hingga bendahara semuanya dari Dinas Sosial. Mereka terus memantau dan melaporkan setiap perkembangan,” ujar Riduan.
Ia mengatakan, pihaknya juga akan mengatur jadwal kunjungan orang tua siswa dengan pihak sekolah. Jadwal tersebut akan disesuaikan berdasarkan kesepakatan bersama kepala sekolah, apakah dilakukan sebulan sekali atau dua minggu sekali.
“Yang penting anak-anak mendapat perhatian penuh. Kebutuhan makan dan minum mereka terjamin, dan kegiatan belajar mengajar berjalan teratur karena sudah ada wali asrama. Dengan begitu, orang tua bisa merasa tenang,” jelasnya.
Riduan menambahkan, dengan sistem pengawasan yang terjadwal, anak-anak diharapkan bisa lebih fokus dalam belajar. Seluruh tenaga pendidik dan pengawas di Sekolah Rakyat merupakan bagian Dinas Sosial, sehingga koordinasi dan pengawasan dapat dilakukan secara maksimal.
“Laporan terus saya terima setiap waktu. Kami pastikan seluruh kegiatan di Sekolah Rakyat berjalan dengan baik,” katanya.
Baca juga: Akreditasi Prodi PGSD UMPR targetkan raih predikat unggul
Riduan mengatakan, 75 siswa dari keluarga kurang mampu di Kota Palangka Raya, mengikuti pembelajaran di Sekolah Rakyat di daerah setempat. Sebanyak 75 peserta didik di Sekolah Rakyat Rintisan yang masuk kategori 1C ini terdiri dari 42 laki-laki dan 33 perempuan.
"Para sisa di Sekolah Rakyat ini berasal dari keluarga kategori miskin dan kategori miskin ekstrem. Selain itu juga merupakan kategori anak putus sekolah, tak sekolah dan rentan putus sekolah," katanya.
Riduan menerangkan, sebelumnya bangunan Sekolah Rakyat ini merupakan bangunan SDN 2 Langkai. Karena kekurangan peserta didik, para siswa yang ada digabungkan ke SD terdekat sehingga bangunan SDN 2 Langkai ini dapat dimanfaatkan sebagai Sekolah Rakyat Rintisan.
"Sehingga bangunan di Sekolah Rakyat ini masih aset Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya. Sementara itu, untuk bangunan permanen kami menyiapkan lahan di Kilometer 39 Jalan Tjilik Riwut yang pembangunannya ditargetkan selesai pada 2027," katanya.
Dia menerangkan, usia para peserta didik di Sekolah Rakyat Rintisan ini berkisar antara 6-12 tahun. Berada dari berbagai kelurahan di Kota Palangka Raya. Pelaksanaan pendidikan di lokasi tersebut ditargetkan selama dua tahun.
"Jadi nantinya, kalau sekolah rakyat yang kita bangun selesai, anak-anak ini akan kita pindahkan ke sana," katanya.
Riduan berharap program Sekolah Rakyat dapat segera berjalan dan menjadi wadah pendidikan baru yang memberi kesempatan lebih luas bagi anak-anak yang membutuhkan.
“Program ini diharapkan mampu memberikan akses pendidikan yang lebih adil dan merata untuk anak anak yang membutuhkan," katanya.
Baca juga: DPRD dorong Pemkot Palangka Raya prioritaskan program penataan kawasan kumuh
Baca juga: SMPN 2 Palangka Raya kekurangan banyak guru
Baca juga: DPRD Palangka Raya ajak warga imunisasi anak
Pewarta : Rendhik Andika
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
