Penggunaan 'Google Maps' dalam proses PPDB

id Google Maps,PPDB,pendaftaran peserta didik baru,Penggunaan 'Google Maps' dalam proses PPDB, SMA Negeri I Putussibau

Penggunaan 'Google Maps' dalam proses PPDB

Ilustrasi - Orang tua calon peserta didik baru melakukan proses verifikasi berkas pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) zonasi di SMA Negeri 39 Jakarta Timur, Senin (24/6/2019) (ANTARA News/Fathur Rochman)

Putussibau, Kapuas Hulu (ANTARA) - Wakil Kepala SMA Negeri I Putussibau, Padillah Daulay mengatakan pendaftaran peserta didik baru (PPDB)  sistem zonasi diaplikasikan dengan menggunakan Google Maps untuk seleksi jarak tempat tinggal calon siswa baru.

Google maps adalah layanan pemetaan web yang dikembangkan oleh Google, perusahaan multinasional asal Amerika Serikat yang bergerak pada layanan internet. Layanan ini memberikan citra satelit, peta jalan, panorama 360 derajat dan sebagainya.

" Untuk sistem zonasi kami prioritaskan siswa yang jarak tinggalnya tidak jauh dari sekolah, yang akan terbaca secara otomatis melalui google maps," kata Padillah Daulay, ditemui Antara disela - sela penerimaan peserta didik baru di SMA Negeri I Putussibau, ibu kota Kabupaten Kapuas Hulu Kalimantan Barat, Senin.

Dikatakan Daulay, untuk PPDB di SMA negeri I Putussibau digunakan tiga jalur yaitu jalur zonasi, prestasi dan mutasi dengan total peserta didik baru yang diterima sebanyak 243 siswa.

Menurut dia, dalam penerimaan calon siswa baru jalur zonasi tidak menggunakan seleksi, namun mengutamakan jarak tempat tinggal siswa.

Sedangkan, untuk jalur prestasi itu khusus bagi siswa yang memiliki nilai terbaik pada saat ujian nasional dan prestasi di bidang lainnya seperti bidang olahraga, sains, teknologi tepat guna, seni budaya, keagamaan, bela negara nasionalisme dan kepramukaan.

" Kalau untuk jalur mutasi itu bahwa calon siswa mengikuti orang tua pindah tugas dibuktikan dengan surat tugas," jelas Daulay.

Disampaikan Daulay, total siswa baru untuk SMA Negeri I Putussibau seharusnya 252 siswa, namun karena ada 9 siswa yang tidak naik kelas sehingga mengurangi kuota penerimaan siswa baru menjadi 243 siswa.

Untuk siswa jalur zonasi yang akan di terima sebanyak 80 persen yaitu 194 siswa, dan jalur prestasi 37 siswa, sedangkan jalur mutasi sebanyak 12 siswa, total keseluruhan sebanyak 243 siswa.

Salah satu orangtua murid, Kosmas Raga mengatakan sistem zonasi dalam penerimaan siswa baru sangat membantu siswa untuk mendapatkan pemerataan pendidikan.

" Sistem zonasi memudahkan siswa, karena tidak harus seleksi, namun menggunakan alamat tinggal terdekat dengan sekolah, jadi selaku orang tua kami menyambut baik sistem zonasi," kata Kosmas Raga.

 

Pewarta :
Uploader : Admin Kalteng
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar