
DPRD Kotim pertanyakan penyelesaian pembangunan Pasar Mangkikit

Saya merasa prihatin dan bertanya-tanya, apa sebenarnya yang menyebabkan Pasar Mangkikit itu tidak bisa diselesaikan dengan tepat waktu
Sampit (ANTARA) - Anggota DPRD Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah Rudianur mempertanyakan penyelesaian pembangunan gedung pasar tradisional Mangkikit di Jalan Pangeran Antasari Sampit yang sampai saat ini tidak ada kejelasan.
"Pembangunan Pasar Mangkikit Sampit sudah berjalan kurang lebih empat tahun, namun belum selesai, bahkan saat ini mangkrak dan tidak ada kejelasan kapan akan diselesaikan," katanya di Sampit, Selasa.
Mangkraknya pembangunan Pasar Mangkikit dinilai karena pemerintah daerah sendiri tidak serius menangani pembangunan pasar tradisional tersebut.
Kondisi itu telah berdampak terhadap pedagang karena tidak mendapatkan kepastian kapan bangunan yang dilaksanakan pihak ketiga itu selesai dan bisa ditempati untuk berjualan. Hingga saat ini pedagang menempati lokasi sementara yang kondisinya kurang layak.
Sebelumnya pemerintah daerah bersama pihak pelaksana pembangunan pasar tradisional Mangkikit menargetkan pembangunan selesai pada akhir 2014 atau awal 2015. Namun dalam perjalanannya, hingga pertengahan 2019, belum ada kejelasan pembangunan bakal selesai.
“Saya merasa prihatin dan bertanya-tanya, apa sebenarnya yang menyebabkan Pasar Mangkikit itu tidak bisa diselesaikan dengan tepat waktu," ucapnya.
Rudianur mempertanyakan apakah begitu rumit permasalahannya hingga tidak ada kejelasan sama sekali. Relokasi itu dulunya dilakukan hanya untuk memberikan kenyamanan dan keamanan ketika Pasar Mangkikit dibangun.
Pemerintah daerah terkesan tertutup terhadap pembangunan pasar tradisional Mangkikit tersebut. Pemerintah kabupaten juga tidak pernah memberikan alasan yang sebenarnya.
Politisi Partai Golkar itu mendesak pemerintah kabupaten segera menyelesaikan pembangunan pasar tradisional itu mengingat sejak relokasi beberapa tahun silam pedagang hanya diberikan janji manis.
Selama ini pihak pemerintah daerah dan pengembang tidak pernah terbuka apa yang menyebabkan pasar itu sangat lamban dalam penyelesaiannya.
"Banyak pedagang sudah mengeluhkan itu dan persoalan ini sudah terlanjur cukup lama menjadi masalah dan belum ada ujung pangkal penyelesaiannya. Kami harap pemerintah kabupaten bisa segera menyelesaikan permasalahan ini," demikian Rudianur.
Pewarta : Untung Setiawan
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
