Tongkang batu bara mulai berlayar di pedalaman Sungai Barito

id tongkang batu bara di sungai barito,sungai barito di muara teweh,bkmg barito utara

Tongkang batu bara mulai berlayar di pedalaman Sungai Barito

Pedalaman Sungai Barito mulai bisa dilayari kapal tonase besar Sebuah kapal menarik tongkang bermuatan ribuan ton batu bara melintasi Jembatan KH Hasan Basri Muara Teweh di Sungai Barito di Muara Teweh, Senin (7/10/2019). (ANTARA/HO-Dinas Perhubungan Barito Utara)

Muara Teweh (ANTARA) - Pedalaman Sungai Barito di Kabupaten Barito Utara dan Murung Raya, Kalimantan Tengah, sudah bisa dilayari kapal dan tongkang setelah debit air naik menyusul hujan beberapa hari terakhir.
    
"Sejak hari ini sejumlah kapal dan tongkang bermuatan ribuan ton batu bara mulai berlayar ke hilir, setelah dua bulan terakhir terhenti akibat kemarau,"  kata Petugas Pelabuhan  Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dermaga Muara Teweh Dinas Perhubungan Kabupaten Barito Utara Syamsu Rizal di Muara Teweh, Senin.

Naiknya debit air di Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito sepanjang 900 kilometer yang bermuara di Kalimantan Selatan itu karena hujan mulai turun sejak beberapa hari terakhir di wilayah Kabupaten Barito Utara dan Kabupaten Murung Raya yang terletak di wilayah hulu atau utara.

Skala tinggi air (STA) di Muara Teweh pada Senin sore berada di angka 6,50 meter yang menunjukkan ketinggian air lebih aman untuk transportasi sungai, khususnya kapal bertonase besar.

Baca juga: Sungai Barito surut, kapal Onrust 'timbul'

"Ketinggian air mulai naik, kini dapat dilayari tongkang berkapasitas muatan batu bara di atas 3.000 ton," katanya.      

Sejumlah kapal tarik (tug boat) dan tongkang kosong milik perusahaan batu bara yang sempat tertahan di pinggiran Sungai Barito kawasan Bukau, Kecamatan Teweh Tengah dan tempat lainnya kini sebagian mulai berlayar ke hulu.

Tongkang yang berlayar mengangkut batu bara masih belum banyak karena saat ini masih menunggu antrean di pelabuhan khusus (stock file) untuk memuat batu bara.

"Diperkirakan dalam beberapa hari kedepan, angkutan tongkang batu bara mulai ramai," katanya.

Baca juga: 'Tampurung Kalui' antara mitos dan fakta

Kepala Stasiun Meteorologi Beringin Muara Teweh Sudarmono mengatakan naiknya debit air Sungai Barito ini selain hujan di wilayah Barito Utara juga terjadi di Kabupaten Murung Raya yang merupakan wilayah paling hulu Sungai Barito.

"Curah hujan di Muara Teweh pada 1 - 7 Oktober dengan intensitas hujan 158,3 milimeter yakni katagori tinggi," kata dia.

Intensitas hujan di Barito Utara dalam sepekan terakhir mulai tinggi, meski curah hujan di wilayah pedalaman di Kabupaten Murung Raya hujannya masih sedang.

"Biasanya air Sungai Barito naik  karena hujan di wilayah  Barito Utara  dan kawasan utara atau hulu sangat tinggi dan lebat," kata dia.

Berdasarkan prakiraan untuk wilayah Kalimantan bagian utara seperti Kabupaten Murung Raya musim hujan mulai pertengahan Oktober sedangkan di wilayah Kabupaten Barito Utara sebagian akhir bulan ini. 

Pewarta :
Uploader : Admin 1
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar