Logo Header Antaranews Kalteng

Petugas Damkar Palangka Raya nyaris jadi sasaran amukan ODGJ

Senin, 3 Februari 2025 16:13 WIB
Image Print
ODGJ berinisial HM, pada saat berhasil diamankan di Jalan Seth Adji Kota Palangka Raya, untuk dievakuasi ke RSJ Kalawa Atei, Minggu (2/2/2025). ANTARA/HO-Call Center 112 Palangka Raya.

Palangka Raya (ANTARA) - Petugas Pemadam Kebakaran Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, nyaris menjadi sasaran amukan seorang pria berinisial HM (39) yang merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), Minggu malam.

"Sebelumnya kami mendapatkan laporan dari warga terkait adanya seorang pria yang mengamuk di sebuah kafe di Jalan Seth Adji, Kota Palangka Raya," kata Ketua Koordinator Call Center 112 Palangka Raya, Sucipto, Senin.

Setelah mendatangi lokasi kejadian, kemudian pihaknya berusaha melakukan pendekatan kepada seorang pria tersebut secara persuasif untuk menenangkan ODGJ tersebut.

Namun saat upaya tersebut tengah dilakukan, ODGJ tersebut tetap mengamuk dan berusaha menyerang petugas Damkar Kota Palangka Raya menggunakan tangan kosong.

"ODGJ ini menyerang ke petugas beberapa kali. Beruntung petugas memiliki refleks yang sigap sehingga serangan tersebut berhasil dihindari oleh petugas," ucapnya.

Baca juga: Pemkot Palangka Raya terbitkan perwali pembebasan BPHTB bagi MBR

Sucipto mengungkapkan, pihaknya terpaksa mengikat tangan ODGJ tersebut agar tidak membahayakan petugas dan warga sekitar, kemudian dimasukkan ke dalam mobil.

Setelah berkomunikasi bersama Dinas Sosial Kota Palangka Raya, akhirnya ODGJ tersebut dievakuasi ke RSJ Kalawa Atei untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

"Kami tidak tahu ODGJ ini apakah memiliki keluarga di Kota Palangka Raya atau tidak. Sebab ODGJ ini tidak bisa diajak berkomunikasi dan selalu berusaha menyerang petugas," ujarnya.

Namun, ujar Sucipto, berdasarkan pemeriksaan barang bawaan ODGJ ini, ditemukan identitasnya yang merupakan warga Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi.

Untuk itu pihaknya akan berkoordinasi lebih lanjut bersama instansi terkait untuk proses lebih lanjut dari ODGJ setelah mendapatkan perawatan.

"Untuk selanjutnya akan dikomunikasikan lagi. Mau dipulangkan ke daerah asal pun kita tidak tahu siapa keluarganya di sana. Jadi kita bawa ke rumah sakit dulu untuk mendapatkan perawatan," demikian Sucipto.

Baca juga: RS Siloam Palangka Raya luncurkan layanan kemoterapi berbasis obat

Baca juga: Personel Kodim 1016/Plk donor darah untuk masyarakat

Baca juga: Pemerintah tera ulang timbangan pengusaha cuci pakaian di Palangka Raya



Pewarta :
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026