Palangka Raya (ANTARA) - Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo) Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng) terus berupaya meningkatkan literasi digital bagi kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di daerah setempat.
Kepala Diskominfo Kota Palangka Raya Saifullah di Palangka Raya, Rabu mengatakan, pesatnya perkembangan teknologi digital berdampak pada pola komunikasi di masyarakat.
"Oleh karena itu kami menilai membekali kader PKK dengan kemampuan literasi digital juga menjadi salah satu program utama," katanya.
Sehingga, lanjut dia, kader PKK nantinya mampu menjadi garda terdepan dalam mendampingi warga memilah informasi yang benar di tengah maraknya hoaks dan disinformasi.
“PKK dapat menjadi garda terdepan dalam menyaring informasi. Kader PKK dapat membantu masyarakat mengenali berita hoaks, cara memeriksa fakta, serta mengajarkan etika berkomunikasi di media sosial agar tercipta ruang digital yang sehat,” kata Saifullah.
Sekretaris Diskominfo Kota Palangka Raya, Normalasari menambahkan, salah satu upaya peningkatan literasi digital ini menyasar kader PKK di Kelurahan Langkai.
Selain memberikan literasi digital kami juga memberikan pelatihan public speaking sebagai bekal kader PKK ini memberikan pemahaman kepada keluarga dan lingkungan tentang pemanfaatan dunia digital secara bijak.
"Sebab, kader PKK sering kali menjadi motor penggerak berbagai program kemasyarakatan dan penyambung informasi dari pemerintah kepada masyarakat di tingkat RT/RW," katanya.
Dia menambahkan, kader PKK juga berperan sebagai jembatan aspirasi masyarakat. Melalui keterampilan public speaking ini akan membantu mereka menyuarakan aspirasi warga kepada pemerintah atau pihak terkait dengan cara yang baik dan persuasif.
Melalui kegiatan ini Normalasari berharap, kader PKK ke depannya mampu menyaring informasi, mengedukasi warga sekitar, serta memanfaatkan teknologi secara positif untuk mendukung kegiatan sosial di lingkungan masing-masing.
“Kader PKK adalah mitra strategis pemerintah di tingkat kelurahan. Harapannya, melalui pelatihan ini dapat menumbuhkan budaya komunikasi yang terbuka, bijak, dan bertanggung jawab,” pungkasnya.
