Palangka Raya (ANTARA) - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispursip) Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng) terus berupaya meningkatkan minat dan budaya baca siswa lewat lomba resensi atau mengulas buku.
"Pada program ini Dispursip menyasar siswa tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kota Palangka Raya," kata Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Palangka Raya, Andjar Hari Purnomo di Palangka Raya, Minggu.
Dia menerangkan, lomba yang diikuti 25 siswa SMP sederajat dan 25 siswa SMA sederajat ini dipusatkan di aula Dispursip Kota Palangka Raya.
Andjar Hari Purnomo menekankan pentingnya budaya membaca yang harus dimiliki generasi muda di tengah derasnya arus globalisasi dan pesatnya era digital saat ini.
Menurut dia, di era digital dan pesatnya perkembangan teknologi informasi saat ini, literasi bukan hanya tentang membaca dan menulis semata, tetapi juga mencakup kemampuan memahami, menganalisis, dan mengevaluasi informasi secara mendalam.
“Budaya membaca adalah salah satu pilar utama untuk membangun generasi muda yang cerdas, kritis, dan berdaya saing,” ungkapnya.
Baca juga: BPBD Kota Palangka Raya edukasi mitigasi bencana pada pelajar SMP
Andjar mengatakan, membaca memiliki dampak luar biasa dalam mengasah nalar dan memperluas wawasan. Melalui buku, generasi muda dapat belajar dari berbagai pengalaman, menyerap nilai-nilai, serta membentuk karakter yang kuat.
“Selain itu, budaya membaca juga mampu mendorong kemampuan berpikir kritis, membangun empati, dan menumbuhkan kreativitas sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan,” tambahnya.
Kepala Dispursip Kota Palangka Raya Yon Benhur mengatakan, lomba resensi buku ini menargetkan siswa mampu meningkatkan minat baca dan budaya literasi di kalangan generasi muda.
Tujuannya pada masa mendatang mampu melahirkan generasi yang tidak hanya gemar membaca, tetapi juga kritis, inovatif, dan siap bersaing
“Saya berharap para peserta dapat mengikuti lomba ini dengan semangat dan integritas yang tinggi. Jadikan kegiatan ini sebagai ruang belajar, bukan hanya untuk meraih juara, tetapi juga untuk mengasah kemampuan diri, menggali potensi, dan memperkuat kebiasaan literasi,” demikian Benhur.
Baca juga: 600 guru peserta PPG UMPR difasilitasi kuliah S2 Pendidikan Dasar
Baca juga: Universitas Muhammadiyah Palangkaraya berlakukan pembelajaran berbasis proyek dan riset
Baca juga: Pemkab-DPRD Katingan fokus efisiensi dan dampak nyata penyusunan anggaran 2026
