Pengendalian penduduk Pulang Pisau mengacu dokumen GDPK

id Pemkab Pulang Pisau, kalteng, Pulang Pisau, pulpis, pembangunan, kependudukan

Pengendalian penduduk Pulang Pisau mengacu dokumen GDPK

Penandatanganan dokumen Grand Desain Pembangunan Kependudukan (GDPK) oleh Plt Kepala DP3AP2KB Kabupaten Pulang Pisau, Bakhzar Efendi. ANTARA/Dita Marsena

Pulang Pisau (ANTARA) - Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah Bakhzar Efendi mengatakan dokumen Grand Desain Pembangunan Kependudukan (GDPK) menjadi pondasi dalam memetakan seluruh aspek demografi, mulai dari proyeksi hingga pengendalian pembangunan kependudukan secara menyeluruh.

“Dari dokumen ini kita bisa merencanakan, mengevaluasi, dan mengukur pencapaian pembangunan, khususnya dalam aspek jumlah dan kualitas penduduk,” kata Bakhzar Efendi di Pulang Pisau, Kamis.

Salah satu capaian yang disorot, papar Bakhzar, adalah Total Fertility Rate (TFR) Kabupaten Pulang Pisau yang saat ini telah mencapai angka 2, sebuah nilai yang dinilai ideal. Ia mengingatkan bahwa capaian ini harus dikelola secara bijak, agar tidak berubah menjadi tantangan seperti yang terjadi di sejumlah negara Eropa yang mengalami penurunan angka kelahiran secara drastis.

“Jika tidak dikelola dengan kebijakan yang tepat maka bisa menjadi bumerang dam kita perlu menyadari bahwa manusia bukan hanya objek pembangunan, tetapi juga subjek utama dalam mendorong kemajuan daerah,” tegasnya.

Bakhzar juga menyinggung bahwa angka kelahiran yang ideal mesti dikawal melalui mekanisme dan regulasi yang jelas melalui perangkat daerah terkait seperti Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Dinas Sosial, hingga DP3AP2KB.

“Sinergi lintas sektor menjadi kunci agar dokumen ini benar-benar bisa diimplementasikan dalam kebijakan nyata dan harus memiliki peran aktif dalam implementasi program yang selaras dengan GDPK,” paparnya.

Baca juga: Bupati Pulang Pisau temui Menteri Kebudayaan perkuat pengembangan budaya lokal

Ia menambahkan bahwa dengan penduduk sekitar 140 ribu jiwa dengan tingkat pertumbuhan sekitar satu persen, Pulang Pisau memiliki tantangan sekaligus peluang dalam pengelolaan sumber daya dan anggaran pembangunan.

“Di satu sisi berat, namun di sisi lain ini menjadi peluang karena dengan jumlah penduduk yang tidak terlalu besar, kita bisa lebih fokus memanfaatkan anggaran yang tersedia,” ucapnya.

Melalui GDPK, lanjutnya, kualitas data menjadi sangat penting. Data yang valid dan berkualitas dapat memperbesar peluang keberhasilan perencanaan dan jika didasari oleh dokumen perencanaan yang baik, maka hasil pembangunan juga lebih maksimal dan terukur.

Terkait perlindungan terhadap anak dan pengendalian kelahiran, Bakhzar menjelaskan bahwa pemerintah telah banyak mengeluarkan regulasi, termasuk soal usia perkawinan pertama.

Ia menekankan pentingnya pengaturan dan bukan pencegahan agar masyarakat memahami usia ideal menikah, kesehatan jasmani, serta kesiapan mental sebagai bagian dari upaya perlindungan anak secara menyeluruh.

“Semua itu menjadi bagian dari perencanaan kependudukan. Satu indikator seperti TFR, pengaruhnya sangat besar terhadap dimensi kehidupan lain,” demikian Bakhzar Efendi.

Baca juga: Legislator Pulang Pisau minta damang dan pemerintah bersinergi ciptakan keharmonisan

Baca juga: Koperasi Merah Putih dorong ekonomi kerakyatan berbasis potensi lokal

Baca juga: Kontingen PEDA KTNA XIV Pulang Pisau siap tampilkan produk lokal unggulan


Pewarta :
Uploader : Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.