
Film Ternyata Aku Korban mengedukasi pelajar di Kotim tentang perundungan

Sampit (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah melalui Dinas Pendidikan (Disdik) setempat menggelar acara nonton bareng (nobar) film pendek bertajuk Ternyata Aku Korban, sebagai bagian edukasi tentang perundungan atau bullying sejak dini.
Pemkab Kotim sangat mengapresiasi digelarnya kegiatan yang sangat positif dan edukatif ini, kata Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Kotim Muhammad Saleh di Sampit, Kamis.
"Terlebih, film pendek yang kita saksikan bersama ini merupakan karya putra-putri daerah kita yang patut dibanggakan," tambahnya.
Lebih tepatnya kegiatan ini digelar Disdik Kotim melalui Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Satuan Pendidikan (Satgas PPKSP) dan Komunitas 20/20 Vision.
Kegiatan yang digelar di Gedung Serbaguna Sampit itu, dihadiri ratusan pelajar dari jenjang SD dan SMP sederajat. Acara ini digelar dalam rangka menyemarakkan Hari Anak Nasional (HAN) 2025.
Saleh menjelaskan, nobar dan mengulas film Ternyata Aku Korban adalah bentuk nyata kepedulian terhadap tumbuh kembang generasi muda, khususnya dalam membangun kesadaran akan pentingnya menciptakan lingkungan yang mendukung bagi anak dan remaja.
"Perundungan dalam berbagai bentuknya, telah menjadi salah satu tantangan serius yang dihadapi oleh anak-anak dan remaja saat ini. Dampaknya bukan hanya pada fisik, namun juga pada kesehatan mental dan masa depan mereka," sebutnya.
Film ini, lanjut dia, bukan sekadar tontonan, tetapi juga merupakan cerminan realita yang perlu disadari bersama. Hampir setiap hari ada saja berita tentang kekerasan terhadap anak, baik itu di rumah, jalan bahkan cukup sering terjadi di sekolah.
Apalagi dari hasil asesmen nasional 2024 menunjukkan tiga dari lima anak di sekolah berpotensi mengalami kekerasan, ini menjadi perhatian serius bagi semua untuk merefleksi kembali sejauh mana regulasi Permendikbud Nomor 46 Tahun 2023 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Satuan Pendidikan telah dijalankan.
Oleh karena itu, Saleh pun mendorong Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) di setiap sekolah memastikan bahwa seluruh program pencegahan perundungan telah dilaksanakan dengan baik.
"TPPK juga harus mengerti tata laksana penindakan kasus, baik itu secara verbal, fisik, atau melalui media sosial seperti telah diatur dalam Permendikbud tersebut," imbuhnya.
Melalui nobar dilanjutkan diskusi interaktif semua peserta, ia berharap akan mampu menyentuh hati dan pikiran, baik sebagai orang tua, pendidik, maupun sebagai anggota masyarakat, untuk lebih peka, peduli, dan proaktif dalam mencegah serta menanggulangi perundungan.
Asisten III Setda Kotim itu pun berpesan kepada seluruh peserta, agar tidak pernah merasa sendiri. Jika mengalami perundungan, maka berbicaralah, laporkan, bangun keberanian untuk bersuara, dan yakini bahwa setiap orang berhak atas rasa aman dan dihargai.
"Saya mengajak kita semua untuk menjadikan kegiatan ini sebagai momentum penting dalam memperkuat komitmen kita bersama, menciptakan kabupaten Kotawaringin Timur yang lebih peduli, lebih ramah, dan lebih aman bagi anak-anak dan remaja," demikian Saleh.
Kepala Disdik sekaligus Ketua Satgas PPKSP Kotim Muhammad Irfansyah menyampaikan, digelarnya kegiatan ini berawal dari inisiatif Komunitas 20/20 Vision Sampit yang terdiri atas kumpulan pelajar SMA/MAN di Kotim.
Komunitas 20/20 Vision Sampit mengusulkan agar film pendek hasil karya mereka bisa disaksikan oleh anak-anak di Kotim sebagai sarana edukasi tentang apa itu perundungan dan dampaknya bagi korban maupun pelaku.
"Saya menyambut baik dan menanggapi usulan itu, sehingga hari ini kami mengumpulkan anak-anak untuk nobar film Ternyata Aku Korban. Walaupun sebenarnya film ini sudah tersedia di Youtube, tapi lewat acara ini anak-anak bisa menonton dan memahaminya bersama-sama," sebutnya.
Baca juga: Disdik Kotim tunggu juknis terkait Kepala Sekolah Perintis
Sebagai Kepala Disdik Kotim, Irfansyah mengapresiasi karya-karya anak bangsa. Apalagi menurutnya film Ternyata Aku Korban ini mengandung makna yang mendalam dan edukasi bagi para penontonnya.
Ia berharap setelah acara ini anak-anak yang hadir bisa memahami tentang perundungan dan dampaknya sehingga dapat menghindari. Sebab, terkadang perundungan dilakukan tanpa disadari. Misal, bercanda terkait kondisi rumah seseorang yang akhirnya justru menimbulkan sakit hati atau kena mental dari si penerima candaan itu.
"Terkadang anak-anak secara tidak sadar melakukan perundungan. Kami berharap dengan menonton ini mereka jadi paham dan mengambil hikmahnya dengan tidak meniru perilaku perundungan dan kalau melihat pelaku perundungan silakan lapor, harus berani," tegasnya.
Salah seorang pemeran film Ternyata Aku Korban, Zenzia Taulina Samadan mengaku senang bisa terlibat dalam pembuatan film ini yang memberikan pengalaman baru namun masih relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Baca juga: Disdik dukung penandatanganan pakta integritas wali murid di SMPN 1 Sampit
"Karena karakter saya sebagai anak sekolah yang sesuai dengan realita, jadi saya bisa lebih mudah untuk menghayati peran. Saya juga bisa memperluas pertemanan, karena dalam pembuatan film ini aktor-aktornya dari SMAN 1 Sampit, sedangkan untuk kameramen dan editor dari MAN Kotim," bebernya.
Selain menjadi pemeran Siswi SMAN 1 Sampit ini juga terlibat dalam penulisan skenario yang mengharuskannya belajar lebih dalam dan membuka matanya tentang perundungan.
Ia mengaku aksi perundungan itu cukup marak terjadi di sekelilingnya, bahkan ia sendiri pernah menjadi korban maupun pelaku dalam situasi yang berbeda. Oleh karena itu, melalui karya ini ia berharap bisa membantu memberikan edukasi sejak dini bagi generasi muda, khususnya di Kotim tentang perundungan dan mencegah terjadinya perundungan itu sejak dini.
"Harapan saya semoga kita semua bisa sadar dan peka terhadap perundungan, bahwa itu adalah tindakan kriminal yang berdampak besar pada masa depan seseorang," demikian Zenzia.
Baca juga: Bunda PAUD di Kotim gelar lomba meriahkan Hari Anak Nasional
Baca juga: Disdik Kotim beri pelatihan pembelajaran mendalam bagi kepala sekolah
Baca juga: Disdik Kotim dukung program cek kesehatan di sekolah
Pewarta : Devita Maulina
Uploader: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2026
