DLH gencarkan program bank sampah di Kotawaringin Barat

id pemkab kobar, bank sampah, dlh kobar, pengurangan sampah plastik, sampah anorganik, adipura, pangkalan bun, kotawaringin barat

DLH gencarkan program bank sampah di Kotawaringin Barat

Masyarakat saat melakukan penimbangan di bank sampah, Selasa (26/8/2025). (ANTARA/HO-DLH Kobar)

Pangkalan Bun (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah menggencarkan program bank sampah, untuk mengurangi sampah anorganik atau plastik di wilayah setempat.

"Kita saat ini fokus pengurangan terhadap sampah anorganik seperti plastik dan kardus, salah satunya dengan menggencarkan Bank Sampah ini," kata Kabid Pengelolaan Kebersihan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup Nurliani di Pangkalan Bun, Selasa.

Dia mengatakan, melalui bank sampah pihaknya memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai sampah yang masih memiliki nilai jual.

"Jadi sampah anorganik itu tidak mesti harus diubah dulu, tetapi dengan kondisi yang seperti itu pun masih ada nilai jual. Akhirnya kita edukasi masyarakat dari pada terbuang percuma, lebih baik dikumpulkan dan menjadi nilai jual," ucapnya.

Dia menjelaskan, tujuan pihaknya melaksanakan gerakan bank sampah tersebut, agar semua masyarakat dapat ikut memilah. Karena yang menjadi fokus Kementerian Lingkungan Hidup di tahun ini adalah pengurangan itu dari sumbernya.

"Sehingga hal itu dapat membantu upaya pemerintah dalam mengurangi angka sampah plastik di Kobar, dan pada saat di TPA itu hanya sampah-sampah yang dapat terurai dan tidak mencemari lingkungan," jelasnya.


Baca juga: BNNK Kobar libatkan semua pihak tangani peredaran dan penyalahgunaan narkotika

Nurliani menyampaikan, berdasarkan hasil kajian komposisi sampah plastik itu 12 persen dan untuk kardus 10 persen. Sedangkan untuk mengejar target penilaian piala Adipura tahun ini yaitu 25 persen. Apabila pihaknya dapat mengurangi dua komponen tersebut maka berpotensi berkurang menjadi 22 persen.

"Untuk target Adipura di tahun ini penilaiannya tidak cuma bersih, tetapi minimal pengurangan sampah itu 25 persen, itu yang kami kejar, karena kalau pun kota kita bersih tapi sampahnya masih terkumpul di TPA itu kita tidak dapat Adipura," tuturnya.

Lebih lanjut dia menambahkan, untuk memudahkan masyarakat melakukan penimbangan sampah anorganik tersebut, pihaknya membentuk bank sampah di setiap kelurahan.

"Hal itu agar ada yang bertanggung jawab serta ada kepengurusan supaya semuanya terorganisir di dalam organisasi bank sampah," demikian Nurliani.


Baca juga: PLN UID Kalselteng pasok listrik andal 865 kVA ke PT BGA untuk dorong hilirisasi industri

Baca juga: Pemkab Kobar lakukan orientasi ke 590 PPPK

Baca juga: PN Pangkalan Bun tanggapi perkara sengketa lahan pertanian


Pewarta :
Editor : Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.