
KM Lawit kembali beroperasi di Sampit usai pemeliharaan

Sampit (ANTARA) - PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Cabang Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah menyampaikan bahwa Kapal Motor (KM) Lawit telah kembali beroperasi di Pelabuhan Sampit setelah menyelesaikan proses docking atau masa pemeliharaan selama tiga minggu.
“KM Lawit telah menjalani docking sejak 8 hingga 29 Agustus 2025. Kapal tiba dari Surabaya pukul 03.00 WIB dan kemarin berangkat pukul 23.59 dari Pelabuhan Sampit menuju Semarang,” kata Kepala PT Pelni Cabang Sampit Siti Nafillah di Sampit, Rabu.
Siti menjelaskan, docking kapal adalah proses memindahkan kapal dari air ke daratan atau struktur terapung di dalam dok galangan untuk melakukan perbaikan, perawatan dan pembersihan kapal baru.
Docking ini dilaksanakan di fasilitas galangan kapal di Semarang. Selama periode docking tersebut, tidak ada kapal pengganti KM Lawit yang akan melayani rute tetapnya.
Proses ini memungkinkan akses yang mudah ke bagian bawah kapal, yang sangat vital untuk memeriksa dan memperbaiki kerusakan pada lambung kapal, membersihkan lumut dan kotoran bawah air, serta melakukan pekerjaan konstruksi dan instalasi lainnya.
Docking kapal ini penting untuk menjamin keselamatan penumpang. Karena proses ini memungkinkan pemeriksaan dan perawatan kapal secara menyeluruh untuk memastikan kondisi kapal laik laut, bebas dari kerusakan dan sesuai standar keselamatan.
“Dengan docking, bagian bawah kapal bisa diperiksa dan diperbaiki. Mulai dari perawatan lambung, pembersihan lumut dan kotoran, hingga instalasi konstruksi lain yang diperlukan,” ujarnya.
Baca juga: DPRD Kotim tindaklanjuti laporan tumpang tindih izin pertambangan
Ia melanjutkan, KM Lawit sebagai salah satu armada unggulan PT Pelni kembali mengarungi Laut Jawa membawa penumpang dengan rute Pelabuhan Sampit-Tanjung Emas Semarang-Tanjung Perak Surabaya.
Mengenai tarif, Pelni masih menerapkan harga stabil. Untuk rute Sampit–Surabaya, tiket penumpang dewasa dipatok Rp234.000, sementara penumpang di bawah usia dua tahun dikenakan Rp28.000.
Kemudian, untuk rute Sampit–Semarang dipatok Rp253.000 untuk dewasa dan Rp28.500 untuk balita.
“Tarif tiket tidak ada kenaikan, bahkan saat arus mudik Lebaran maupun Natal dan Tahun Baru harga tetap sama,” ujarnya.
Siti juga menyampaikan bahwa selama September 2025 ini Pelni hanya melayani dua kali keberangkatan dari Pelabuhan Sampit.
Setelah perjalanan Selasa (2/9) malam, KM Lawit dijadwalkan tiba kembali pada Selasa (9/9) pukul 08.00 WIB dan berangkat lagi ke Surabaya pada Rabu (10/9) pukul 03.00 WIB.
”Bulan ini memang hanya ada dua kali keberangkatan. Saat ini, KM Lawit menjadi satu-satunya kapal Pelni yang melayani rute ke Sampit,” demikian Siti.
Baca juga: Pemkab Kotim perkuat sinergi antar instansi lewat turnamen olahraga
Baca juga: Kesadaran pelaku UMKM di Kotim untuk mengurus perizinan perlu ditingkatkan
Baca juga: Komisi II DPRD Kotim sarankan pelimpahan kewenangan penerbitan STDB
Pewarta : Devita Maulina
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
