
Satu desa di Kotim dilanda banjir luapan sungai

Sampit (ANTARA) - Desa Beringin Tunggal Jaya Kecamatan Parenggean Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah dilanda banjir akibat luapan sungai yang melintasi desa tersebut, Rabu (3/9).
"Laporan pada Kamis pagi sudah aman, tapi masyarakat tetap mewaspadai kemungkinan terjadinya banjir susulan," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Timur, Multazam di Sampit, Kamis.
Curah hujan cukup tinggi pada Rabu pukul 03.00 WIB di daerah Kecamatan Parenggean. Hujan terjadi antara 3 sampai 4 jam.
Kondisi itu memicu banjir yang berdampak pada terendamnya jalan poros menuju/dari Desa Barunang Miri ke desa sekitar dan ke Ibukota Kecamatan Parenggean. Jalan yang terendam berkisar 200 – 300 meter dengan kedalaman 80 – 30 cm.
Banjir yang sempat merendam antara tiga hingga empat jam dan menyebabkan 18 rumah yang ditinggali 18 kepala keluarga dengan 60 jiwa di RT 01 Desa Beringin Tunggal Jaya, terendam. Ketinggian air berkisar 120-150 cm.
Jalan poros dari dan menuju Desa Beringin Tunggal Jaya terendam sedalam 80-30 cm pada durasi 3-4 jam. Terendamnya Jalan di RT 01 Desa Beringin Tunggal Jaya sedalam 120 – 150 cm.
"Banjir sempat merendam rumah penduduk berupa rumah panggung sebanyak 18 KK atau 60 jiwa. Fasilitas pelayanan publik dapat berjalan dengan terbatas," tambah Multazam.
Indikasi penyebab diduga akibat adanya kegiatan pencucian sungai atau normalisasi sungai di wilayah perusahaan di wilayah hulu atas Desa Beringin Tunggal Jaya.
Baca juga: Keluarga penumpang hilang di laut Sampit menyatakan ikhlas
Selain itu, tidak seimbangnya daya tampung sungai bagian hulu dan hilir, sehingga adanya hambatan mengalir air hujan tersebut. Kejadian ini sebelumnya belum pernah terjadi, karena wilayah ini berada di wilayah berbukit.
Upaya yang dilakukan terkait masalah ini adalah menghentikan kegiatan transportasi orang dan barang pada beberapa periode waktu tersebut. Pemerintah memastikan penduduk RT 01 sudah aman dan dapat beraktivitas seperti biasa.
Tim melakukan komunikasi dengan PT Makin melalui Pemerintah Kecamatan Parenggean untuk dapat membantu normalisasi Sungai Bantanan yang panjangnya kurang lebih 1 km untuk segera dilakukan normalisasi.
Melakukan perencanaan untuk jembatan di Jalan Poros Desa dengan bentang kurang lebih 8 meter karena saat ini jembatan masih kayu. Warga waswas karena sekitar tiga tahun yang lalu jembatan tersebut pernah putus.
BPBD Kotawaringin Timur juga melakukan koordinasi lintas sektor yakni dengan pemerintah kecamatan, desa dan sekretariat daerah serta Pelaksana Tugas Asisten II.
"Perkembangan sampai 4 September 2025, wilayah Desa Beringin Tunggal Jaya sudah aman dan terkendali. Waspada bila terjadi hujan dengan intensitas tinggi di wilayah Kecamatan Parenggean," demikian Multazam.
Baca juga: DPRD Kotim dukung penguatan kelembagaan pemilu untuk demokrasi berkualitas
Baca juga: Kapolres Kotim sebut kamtibmas tetap terkendali pasca demo
Baca juga: Kotim tunggu hasil verifikasi dan identifikasi Program Tiga Juta Rumah
Pewarta : Norjani
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
