
UMPR hadiri undangan Kedubes RI di Malaysia bawa misi Huma Betang

Palangka Raya (ANTARA) - Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR) menghadiri undangan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur dalam kegiatan Penandatanganan Surat Perjanjian Kerjasama antara Duta Besar KBRI Kuala Lumpur dengan 116 Perguruan Tinggi Indonesia, yang berlangsung di Nilai, Malaysia.
UMPR mengutus Direktur Kerjasama dan Urusan Internasional (KUI), Rakhdinda Dwi Artha Qairi MAP serta Kepala KUI UMPR, Sadar SIP, MAP sebagai delegasi resmi.
"Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan pendidikan bagi sekitar 2.400 anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang saat ini belajar di 76 Sanggar Belajar yang tersebar di Semenanjung Malaysia," kata Rakhdinda saat dikonfirmasi dari Palangka Raya, Senin.
Namun, program tersebut masih menghadapi kendala utama, yaitu terbatasnya sumber daya manusia (SDM) tenaga pengajar yang kompeten.
Artha, yang mewakili UMPR mengucapkan terima kasih kepada pihak KBRI Kuala Lumpur yang menjadikan institusi perguruan tingginya sebagai salah satu mitra.
Dia mengatakan, giat kali ini dalam rangka penandatanganan kesepakatan menjaga keberlanjutan program pengajar di Sanggar Belajar di Malaysia.
Sementara itu, Sadar menambahkan, keikutsertaan UMPR menjadi bukti bahwa perguruan tinggi di Kalimantan Tengah juga mampu hadir di panggung internasional.
“Kehadiran UMPR dalam agenda ini adalah langkah nyata bahwa perguruan tinggi di daerah mampu bersaing dan berkontribusi," katanya.
Baca juga: 593 peserta se-Indonesia ikuti secara daring Bimtek UKPPPG FKIP UMPR
Melalui kerja sama ini, pihaknya akan terus menunjukkan bahwa nilai-nilai lokal seperti Huma Betang bisa menjadi jembatan persahabatan, toleransi dan pendidikan lintas negara.
UMPR juga menegaskan komitmennya untuk mengirimkan mahasiswa-mahasiswa terbaik guna mendukung program tersebut.
Dengan mengusung misi Huma Betang sebagai filosofi kebersamaan dan kerukunan khas Kalimantan Tengah, UMPR berharap kehadirannya dapat memperkuat peran perguruan tinggi daerah dalam diplomasi budaya dan pendidikan.
"Baik mengajar di kelas formal, non-formal, maupun memperkenalkan seni budaya, khususnya budaya Dayak yang merupakan identitas Kalimantan Tengah," katanya.
Ke depan, UMPR menargetkan kemitraan tidak hanya dengan KBRI Kuala Lumpur, tetapi juga dengan berbagai perwakilan Indonesia di belahan dunia lainnya, sebagai wujud komitmen untuk membawa nama baik Kalimantan Tengah ke kancah internasional.
Baca juga: Fisipol UMPR sambut mahasiswa baru dengan program hasupa hasundau
Baca juga: P2KK Fakultas Teknik UMPR bertajuk Teknik Orientation Program
Baca juga: PPKMB FH UMPR dorong pembentukan insan yuris berkeadilan
Pewarta : Rendhik Andika
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
