Pulang Pisau (ANTARA) - Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah Paridah Ernawati melalui Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan Rony Eka Candra mengungkapkan Kabupaten Pulang Pisau masuk ke dalam 16 daerah yang mengalami kenaikan harga beras pada minggu kedua bulan September 2025.
“Data ini memperlihatkan Pulang Pisau baru saja masuk dalam daftar daerah yang mengalami kenaikan harga beras,” kata Rony Eka Candra di Pulang Pisau, Sabtu.
Dirinya menjelaskan pihaknya telah bekerja sama dengan Perum Bulog dalam rangka menindaklanjuti surat dari Kementerian Dalam Negeri. Berdasarkan indeks perkembangan harga, paparnya, terdapat 109 pemerintah daerah yang mengalami kenaikan harga beras secara nasional.
“Data yang kami terima, 93 pemerintah daerah mengalami kenaikan harga dua minggu berturut-turut, sementara 16 pemerintah daerah baru mengalami kenaikan pada minggu kedua, termasuk Pulang Pisau yang posisinya di peringkat tujuh,” ujarnya.
Rony menyampaikan, dari 16 daerah yang baru mengalami kenaikan harga beras, Pulang Pisau tetap berada dalam posisi yang masih aman. Hal tersebut karena berdasarkan keputusan Kepala Badan Pangan Nasional, harga beras Pulang Pisau masih di bawah harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan.
“Kita harus memahami, meskipun ada kenaikan, harga beras kita masih jauh di bawah HET,” jelasnya.
Baca juga: Minat masyarakat Pulang Pisau laksanakan umroh terus meningkat
Ia menambahkan, harga HET beras dibagi ke dalam beberapa zona, dan wilayah Kalimantan masuk zona dua. Harga HET beras medium di zona dua ini ditetapkan sebesar Rp14.000 per kilogram sehingga kenaikan harga belum melewati batas.
“Artinya harga beras medium kita masih aman, meskipun sudah ada kenaikan di tingkat pasar daerah,” kata Rony.
Rony juga menegaskan, berkaca dari pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM), pihaknya selalu menggandeng Bulog untuk menyesuaikan kemampuan pasokan. Setiap kegiatan GPM dilakukan evaluasi agar distribusi tetap terkendali dan tidak melebihi kebutuhan yang ada.
Ia menuturkan, dalam setiap kegiatan GPM, jumlah beras yang disediakan Bulog tetap 2 ton dengan harga Rp60.000 per karung ukuran lima kilogram. Sebelum kenaikan harga, beras medium dijual di kisaran Rp13.000 per kilogram.
“Kegiatan ini bertujuan membantu masyarakat mendapatkan beras medium dengan harga lebih terjangkau,” demikian Rony Eka Candra.
Baca juga: DPMD Pulang Pisau tindaklanjuti kajian penguatan BUMDes dan Kopdes
Baca juga: Bupati Pulang Pisau tekankan pentingnya inovasi setiap OPD
Baca juga: Dinas Kesehatan Pulang Pisau ingatkan masyarakat waspadai DBD
