Legislator Kotim dorong penguatan pendampingan petani hadapi serangan hama

id kalteng, Palangka Raya, lampuyang, swasembada pangan ,DPRD Kotim,Zainuddin

Legislator Kotim dorong penguatan pendampingan petani hadapi serangan hama

Anggota Komisi II DPRD Kotim Zainuddin saat meninjau pertanian di Desa Lampuyang Kecamatan Teluk Sampit, Minggu (28/9/2025). ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi

Sampit (ANTARA) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah mendorong Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) setempat untuk memperkuat pendampingan bagi para petani dalam menghadapi serangan hama.

“Saya harap Dinas Pertanian maupun penyuluh pertanian lapangan (PPL) untuk memberikan pendampingan secara intens kepada masyarakat, khususnya petani berkaitan dengan penyakit dan hama yang dapat menyerang pertanian,” kata Anggota Komisi II DPRD Kotim Zainuddin di Sampit, Selasa.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menjelaskan, belum lama ini ia melakukan kunjungan kerja di Desa Lampuyang, Kecamatan Teluk Sampit, yang juga dikenal sebagai lumbung padi Kotim.

Ia meninjau kondisi pertanian setempat, khususnya padi yang mulai memasuki masa panen. Dalam kesempatan itu ia mendengarkan keluhan para petani terkait serangan hama ulat pasak yang mengakibatkan hasil panen kali ini berkurang.

“Saya juga melihat langsung sebagian lahan yang belum dipanen dan kondisi padinya masih ada putih-putih akibat ulat pasak. Ini agak berat bagi petani, karena serangan hama itu tidak tertangani sehingga mengakibatkan penurunan hasil gabah yang diperoleh,” ujarnya.

Baca juga: 100 Murid baru Sekolah Rakyat Terintegrasi 55 Kotim mulai jalani MPLS

Oleh karena itu, ia mendorong agar dilakukan penguatan pendampingan bagi para petani sejak awal tanam sampai dengan panen, sehingga petani bisa mengantisipasi masalah-masalah yang dapat berdampak pada hasil panen.

Dinas terkait diharapkan juga memberikan penyuluhan atau edukasi kepada para petani terkait jenis-jenis hama apa saja yang perlu diwaspadai dan cara untuk mengatasinya. Bukan hanya, itu bantuan berupa racun hama atau pestisida bagi para petani juga sangat diperlukan.

Selain itu, ia juga mendorong pemerintah daerah untuk meningkatkan infrastruktur pertanian, seperti jalan dan drainase, yang sangat penting untuk menunjang mobilitas petani khususnya dalam mengangkut hasil panen.

Dengan begitu para petani bisa lebih termotivasi untuk meningkatkan produktivitas pertanian, terlebih setelah dilakukannya optimasi lahan (oplah) di wilayah setempat kini memungkinkan para petani untuk melakukan tanam dan panen tiga kali dalam setahun.

“Hal tersebut diperlukan untuk meningkatkan sektor pertanian kita. Karena bagaimanapun petani adalah ujung tombak kita dalam rangka meningkatkan pangan di Kotim,” demikian Zainuddin.

Baca juga: BPBD Kotim minta dukungan antisipasi banjir susulan

Baca juga: DPMD Kotim berharap konflik di Desa Bapinang Hilir Laut bisa diselesaikan

Baca juga: DPKP Kotim jelaskan realisasi cetak sawah tidak capai target


Pewarta :
Uploader : Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.