Komisi II DPRD: Sosialisasi transaksi non-tunai perlu ditingkatkan

id dprd palangka raya, komisi II dprd, hap baperdu, transaksi non tunai palangkaraya

Komisi II DPRD: Sosialisasi transaksi non-tunai perlu ditingkatkan

ILUSTRASI - Sejumlah mesin electronic data capture (EDC) untuk melayani transaksi digital atau pembayaran non-tunai. (ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif)

Palangka Raya (ANTARA) - Wakil Ketua I Komisi II DPRD Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Hap Baperdu menilai sosialisasi terkait transaksi non-tunai di daerah ini masih kurang sehingga perlu ditingkatkan.

"Terbukti, masih banyak warga yang enggan memarkirkan kendaraan di area parkir resmi Duta Mall Palangka Raya, yang sistem parkirnya kini menerapkan cara non-tunai," katanya di Palangka Raya, Senin.

Dia mengungkapkan, seiring dengan pesatnya perkembangan zaman, penggunaan non-tunai dalam suatu transaksi bukan merupakan hal yang baru, terlebih di kota-kota besar.

Selain itu, di Kota Palangka Raya sendiri seharusnya transaksi non-tunai sudah tidak asing bagi masyarakat, sebab sistem parkir di Bandara Tjilik Riwut pun telah menerapkan sistem parkir non-tunai.

"Kalau kita masuk ke bandara itu kan memang transaksinya menggunakan digital semua, hanya memang masyarakat ini masih belum biasa," ucapnya.

Baca juga: DPRD Palangka Raya minta orang tua cegah anak bermain di luapan air

Hap juga mengungkapkan, kartu e-money seharusnya dapat dengan mudah dibeli pada toko-toko ritel dengan harga Rp25 ribu.

Namun ia mengaku banyak mendapat keluhan kartu e-money yang ada di toko ritel tersebut dibeli dengan jumlah yang banyak oleh oknum dan dijual kembali di forum jual-beli di media sosial Facebook.

"Masalahnya di sini di forum jual-beli itu harganya dinaikkan oleh oknum-oknum masyarakat. Ada yang menjual dengan harga Rp100 ribu hingga Rp150ribu," ujarnya.

Hap menekankan, berkaca dari kasus itu sosialisasi terkait transaksi non-tunai harus lebih digencarkan agar ke depan masyarakat dapat lebih mengerti terkait sistem transaksi yang ada di Kota Palangka Raya.

Dengan demikian, ke depan masyarakat tidak lagi kaget atau bingung ketika dihadapkan dengan situasi transaksi yang semakin modern dan maju.

"Saya tidak menyalahkan, hanya saja memang masyarakat belum siap pada awalnya, tapi lama kelamaan itu akan menjadi kebiasaan dan kita tidak perlu lagi membawa uang tunai," demikian Hap.

Baca juga: Guru Amerika di SMKN 3 Palangka Raya, bantu pelajar tingkatkan kemampuan Bahasa Inggris

Baca juga: Gandeng swasta, SMKN 3 Palangka Raya optimalkan keberadaan Edotel

Baca juga: PWI Barito Utara siap gelar konferensi di Palangka Raya


Pewarta :
Editor : Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.