Logo Header Antaranews Kalteng

Kiat agar aman dari kuman penyebab penyakit pascabanjir

Selasa, 4 November 2025 11:25 WIB
Image Print
Seorang guru dan siswa membersihkan sisa endapan lumpur di halaman sekolah pascabanjir di SD Negeri Muktiharjo Lor, Semarang, Jawa Tengah, Senin (3/11/2025). Kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan sekolah dari sisa endapan lumpur dan sampah akibat bencana banjir luapan Kali Tenggang serta intensitas hujan tinggi yang melanda di Kota Semarang sejak 12 hari lalu tersebut dilakukan para siswa dan guru agar aktivitas belajar mengajar dapat segera berjalan normal. ANTARA FOTO/Makna Zaezar/bar

Jakarta (ANTARA) - Setelah banjir surut, rumah dan lingkungan yang terdampak banjir harus segera dibersihkan agar tidak menjadi tempat perkembangbiakan kuman dan jamur yang dapat memicu munculnya masalah kesehatan dan penyakit.

"Setelah banjir surut, penting bagi masyarakat untuk segera melakukan pembersihan rumah dan lingkungan agar kuman dan penyakit yang terbawa air banjir tidak menyebar," kata dr. Faisal Parlindungan, M.Ked(PD), Sp.PD,K-R kepada ANTARA pada Senin.

Dokter spesialis penyakit dalam dari Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) itu menekankan pentingnya pembersihan segera rumah yang terdampak banjir agar aman ditinggali kembali.

Ia menyarankan warga yang lingkungannya terdampak banjir menggunakan alat pelindung berupa sarung tangan, masker, dan sepatu bot saat membersihkan rumah guna menghindari peluang terpapar kuman, bakteri, dan virus penyebab penyakit.

Setelah membersihkan rumah dari genangan air dan lumpur, ia menyarankan warga membersihkan lantai dan dinding rumah yang terdampak banjir menggunakan sabun atau cairan disinfektan.

Perabotan rumah tangga yang kebanjiran, menurut dia, sebaiknya juga dibersihkan menggunakan sabun atau cairan disinfektan agar tidak menjadi tempat bakteri, kuman, virus, dan jamur berkembang biak.

Setelah itu, sebaiknya buka pintu dan jendela agar bagian dalam rumah dan perabotan rumah tangga yang telah dibersihkan bisa segera kering.

"Agar rumah cepat kering, pastikan ventilasi udara lancar dengan membuka jendela dan pintu," kata dokter Faisal.

Kalau setelah banjir mendapati diri mengalami gejala sakit atau luka yang tidak kunjung sembuh, dokter Faisal mengatakan, maka sebaiknya segera memeriksakan kesehatan ke fasilitas pelayanan kesehatan.

"Segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan jika ada luka atau gejala penyakit setelah banjir," katanya.

Dalam sepekan terakhir, kondisi cuaca ekstrem telah menyebabkan banjir di beberapa daerah di Indonesia.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana sudah meminta warga untuk mewaspadai dampak kondisi cuaca ekstrem yang berpeluang melanda wilayah Indonesia hingga awal tahun depan.

Semasa kondisi cuaca ekstrem, masyarakat disarankan menerapkan pola hidup bersih dan sehat, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, serta mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi seimbang agar terhindar dari serangan penyakit dan gangguan kesehatan.



Pewarta :
Editor: Admin Portal
COPYRIGHT © ANTARA 2026