DPRD desak Pemkot Palangka Raya perketat pengawasan peyajian MBG

id DPRD Palangka Raya, Khemal Nasery, SPPG, MBG, makan bergizi gratis

DPRD desak Pemkot Palangka Raya perketat pengawasan peyajian MBG

Anggota Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Khemal Nasery. ANTARA/Rajib Rizali

Palangka Raya (ANTARA) - Anggota Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Khemal Nasery, mengecam keras temuan ulat pada lauk makan siang program Makan Bergizi Gratis (MBG) di MTsN 1 Palangka Raya pada Rabu (12/11) dan mengingatkan pengawasan agar diperketat.

“Saya mengutuk keras kejadian tersebut. Ini hal yang sangat konyol. Kenapa bisa ada seperti itu di ompreng anak?” katanya di Palangka Raya, Jumat.

Khemal menilai insiden tersebut tidak dapat ditoleransi karena terjadi pada makanan yang seharusnya melewati proses pengawasan ketat sebelum dibagikan kepada siswa.

Ia mendesak pemberian sanksi berat kepada pihak yang bertanggung jawab, termasuk dapur penyedia makanan yang bekerja sama dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

"Insiden tersebut kan sebagai bentuk kelalaian serius dalam penyediaan makanan untuk siswa. Ini tidak bisa dibiarkan," ucapnya.

Baca juga: Keluarga dan sekolah berperan penting cegah anemia pada remaja di Palangka Raya

Khemal menyebut, kejadian ini menunjukkan adanya kelalaian fatal dalam pengolahan maupun pengawasan makanan.

Ia juga mengingatkan para pelaku usaha penyedia jasa dapur agar tidak menyia-nyiakan kepercayaan yang diberikan pemerintah dan masyarakat dalam menyediakan makanan bagi anak sekolah.

“Kepada para pelaku usaha yang dapat rezeki dari bisnis dapur itu, gunakanlah kepercayaan itu sebaik-baiknya. Jangan teledor, jangan sembrono, jangan serampangan,” ujarnya.

Menurutnya, penyedia makanan harus memastikan seluruh hidangan yang dikirim memenuhi standar kebersihan yang ketat, mengingat program MBG menyentuh langsung kesehatan siswa.

Khemal menilai insiden ini harus menjadi evaluasi besar bagi penyelenggaraan MBG, baik dari sisi dapur penyedia maupun mekanisme pengawasan internal SPPG.

"Masyarakat kini menantikan langkah nyata dan tegas dari pemerintah kota agar kejadian serupa tidak kembali terulang, serta memastikan makanan yang diberikan kepada siswa benar-benar aman dan layak konsumsi," demikian Khemal.

Baca juga: Perlu peningkatan kapasitas SDM untuk perbaiki tata kelola BLUD dan Hibah

Baca juga: DPRD Palangka Raya soroti pentingnya akses mudah permodalan memperkuat UMKM

Baca juga: DPRD minta Pemkot Palangka Raya perkuat edukasi untuk tekan risiko DBD di musim hujan


Pewarta :
Uploader : Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.