
Suara Dayak dan liturgi menyatu di Pesparani Kalteng 2025

Palangka Raya (ANTARA) - Ketua Umum Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Nasional (LP3KN) Muliawan Margadana menilai, Provinsi Kalimantan Tengah bukan hanya tanah air secara geografis, tetapi tanah yang hidup secara batiniah karena memiliki banyak nilai-nilai luhur.
Provinsi ini memiliki nilai Belom Bahadat yang meneguhkan manusia agar hidup bermartabat, disertai nilai Handep sebagai upaya mengajarkan untuk berdiri bersama, kata Muliawan usai pembukaan Pesparani tingkat Kalteng tahun 2025 di Palangka Raya, Jumat malam.
"Hinting Pali yang juga nilai-nilai hidup di Kalteng mengingatkan batas-batas moral harus dijaga demi harmoni. Termasuk Huma Betang menanamkan keragaman adalah ruang tinggal bagi persaudaraan," ucapnya.
Menurut dia nilai-nilai itu bukan sekadar tradisi, melainkan bagian dari arsitektur etika masyarakat di provinsi berjuluk Bumi Tambun Bungai-Bumi Pancasila menjadi dan telah menopang hidup ratusan tahun.
"Jadi, Pesparani berdiri di atas fondasi nilai tersebut sekaligus memberi bukti iman Katolik dapat berakar dengan kokoh di dalam kebudayaan Nusantara tanpa kehilangan identitas khasnya," tambahnya.
Baca juga: Gubernur minta Balai Kementerian PU tingkatkan koordinasi dalam pembangunan di Kalteng
Muliawan menyebut, di tengah derasnya arus modernitas dengan segala tantangan moral dan sosialnya, Pesparani pun turut hadir sebagai ruang penjernihan hati, tempat generasi muda ditempa dalam disiplin, kejujuran, kecintaan terhadap budaya, serta kepedulian kepada sesama.
Nilai-nilai inilah yang membuat semangat kasih bukan sekadar gagasan, tetapi hidup nyata dalam tubuh umat sebagai sebuah proses di mana musik gerejani menjadi sarana membentuk kepekaan sosial.
"Untuk itulah, ketika paduan suara bergema nantinya di Pesparani Kalteng ini, kita tidak hanya mendengar nyanyian liturgi, tetapi juga mendengar denyut nadi Kalimantan Tengah yang mempersatukan budaya Dayak dengan cinta umat Katolik Indonesia," kata dia.
Ketum LP3KN ini pun mengapresiasi hadirnya para pemimpin daerah di pembukaan Pesparani Kalteng tahun 2025. Sebab, kehadiran itu meneguhkan pembangunan bangsa tidak hanya mengurus fisik dan teknologi, tetapi juga menata karakter, budi pekerti dan spiritualitas sebagai fondasi peradaban.
Untuk itu, dirinya mengajak semua pihak, terkhusus umat Katolik di Kalteng perlu menempatkan Pesparani bukan hanya sebagai agenda tahunan, melainkan gerakan kebudayaan dan gerakan kasih yang menumbuhkan iman.
"Sebuah gerakan yang memupuk generasi muda Katolik Kalimantan Tengah agar semakin berakar pada iman, berbudaya mulia, mencintai tanah air, teguh dalam persaudaraan, dan mampu menjadi teladan harmoni di tengah keragaman masyarakat," demikian Muliawan.
Baca juga: Pemprov Kalteng berupaya wujudkan ketertiban berbahasa negara di ruang publik
Baca juga: Gelar pertemuan, tak semua rencana pekerjaan Balai di Kalteng diketahui Pemprov
Baca juga: Pemotongan TPP hanya sementara, kinerja ASN Pemprov Kalteng dipastikan tetap optimal
Pewarta : Jaya Wirawana Manurung
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
