Kuala Kurun (ANTARA) - Tim gabungan skala besar menemukan jenazah Johan Sandi Novaly (26), seorang warga yang dilaporkan hilang diduga tenggelam di Daerah Aliran Sungai (DAS) Kahayan, Desa Sepang Kota, Kecamatan Sepang, Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah.
“Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Senin (5/1), pukul 10.45 WIB,” ungkap Kapolres Gumas AKBP Heru Eko Wibowo melalui Kapolsek Sepang Ipda Abner, saat dihubungi dari Kuala Kurun, Senin.
Korban merupakan warga Tangerang, Banten, yang bekerja di Palangka Raya, dan sedang berlibur ke Sepang Kota. Korban pertama kali dilaporkan hilang terseret arus saat mandi di pinggiran sungai pada Jumat (2/1).
Pencarian besar-besaran dilakukan dengan melibatkan sinergitas antara personel Polsek Sepang, Koramil Sepang, Tim Basarnas Kalteng, BPBD Gumas, Tim Tagana, serta bantuan besar dari masyarakat setempat.
Sebanyak tujuh unit perahu kecil atau alkon dan dua unit perahu karet dikerahkan untuk menyisir setiap sudut sungai, sejak korban dilaporkan hilang hingga ditemukan pada Senin (5/1).
“Jenazah korban ditemukan tersangkut di lanting milik warga, yang berjarak kurang lebih satu kilometer dari lokasi awal kejadian di Sepang Kota,” beber Kapolsek Sepang.
Baca juga: Bupati Gumas minta internalisasi Program Tambun Bungai dalam setiap kebijakan
Setelah ditemukan, jenazah korban langsung dievakuasi menggunakan mobil dinas Basarnas menuju Puskesmas Sepang, untuk dilakukan pemeriksaan awal.
Selanjutnya, sebagai bentuk pelayanan, Polri mengawal proses pemulangan jenazah menggunakan mobil ambulans menuju Rumah Sakit Doris Sylvanus Palangka Raya.
Rencananya jenazah akan segera diterbangkan menuju Tangerang, untuk diserahkan kepada pihak keluarga dan dimakamkan. Upaya responsif dan kepedulian jajaran Polsek Sepang dalam mengawal kasus ini sebagai wujud nyata Polri yang hadir dan mengayomi di saat darurat.
Pada kesempatan ini ia juga menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban.
Di sisi lain, penemuan terhadap jenazah korban adalah hasil kerja keras dan sinergi tanpa lelah antara Polri, TNI, Basarnas, BPBD, dan seluruh masyarakat yang peduli.
“Prioritas kami adalah memberikan pelayanan terbaik hingga titik terakhir, memastikan korban ditemukan dan dievakuasi secara layak, untuk dikembalikan kepada keluarganya di Tangerang,” demikian Abner.
Baca juga: Tim gabungan cari warga tenggelam di DAS Kahayan
Baca juga: Karateka Gumas sabet 15 medali di Palangka Raya Open Karate Championship 2025
Baca juga: Forum Damang Gumas diharap tingkatkan efekfivitas pelaksanaan hukum adat
