Pengasuh TPA perkebunan jadi penopang keluarga karyawan

id Pengasuh Anak ,PTA Perkebunan ,Sawit,PT MUstikah Sembuluh ,Wimar Group

Pengasuh TPA perkebunan jadi penopang keluarga karyawan

Pengaduh TPA Perkebunan Siti Ngaisiah (tengah) saat sedang mengasuh anak dari karyawan perkebunan yang bekerja di PT Mustika Sembuluh I, Wilmar Group yang berada di kabupaten Kotawaringin Timur, Kalteng, beberapa waktu lalu. ANTARA/HO-PT MUstikah Sembuluh I Group Wilmar.

Sampit (ANTARA) - Fasilitas Tempat Penitipan Anak (TPA) di kawasan perkebunan kelapa sawit tidak hanya berfungsi sebagai layanan pendukung kerja, tetapi juga berperan penting dalam menjaga ketahanan keluarga karyawan, di PT Mustika Sembuluh I, Wilmar Group, Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah (Kalteng), TPA Harapan Bunda menjadi ruang aman bagi anak-anak sekaligus penopang produktivitas orang tua.

Peran tersebut tak lepas dari dedikasi para pengasuh yang bekerja di dalamnya. Salah satunya Siti Ngaisah, perempuan asal Wonosobo, Jawa Tengah, yang telah mengabdikan diri sebagai pengasuh sejak 2005, seiring berkembangnya aktivitas perkebunan di wilayah tersebut.

Siti memilih bertahan bekerja di TPA setelah suaminya meninggal dunia, meski awalnya ia hijrah hanya untuk mengikuti pekerjaan sang suami saat perusahaan mulai membuka kebun sawit.

“Saya bertahan karena harus membesarkan anak-anak. Mengasuh di TPA ini menjadi jalan hidup saya,” kata Siti Ngaisah, Jumat.

Dalam perjalanannya, Siti merasakan bahwa pekerjaannya lebih dari sekadar profesi. Anak-anak yang diasuhnya telah ia anggap seperti keluarga sendiri. Bahkan, ada yang diasuh sejak bayi dan kini telah tumbuh dewasa serta bekerja di PT Mustika Sembuluh.

Perkembangan TPA juga mencerminkan komitmen perusahaan terhadap kesejahteraan karyawan. Dari awalnya hanya satu ruangan sederhana, kini TPA Harapan Bunda dilengkapi ruang bermain, alat edukatif, serta tenaga pengasuh terlatih. Secara keseluruhan, perusahaan mengoperasikan sekitar 50 TPA di wilayah operasional Kalteng.

Sementara itu, Koordinator Sustainability Wilmar Central Kalimantan Project Sarimanah menyampaikan, TPA merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam mendukung keluarga karyawan sekaligus investasi jangka panjang bagi generasi mendatang.

“Anak-anak yang tumbuh di TPA mendapatkan pembiasaan disiplin, kemandirian, dan kebersamaan. Banyak di antara mereka yang kemudian melanjutkan pendidikan dan kembali bekerja di perusahaan,” bebernya Sarimanah.

Selain TPA, perusahaan juga mengembangkan sekolah Bina Bangsa dan berbagai program sosial lainnya. Menurut Sarimanah, seluruh inisiatif tersebut menegaskan bahwa pembangunan industri berkelanjutan harus berjalan seiring dengan pembangunan manusia.

“Keberlanjutan tidak hanya soal produksi, tetapi juga tentang pekerja, keluarga, dan anak-anak yang menjadi masa depan bangsa,” demikian Sarimanah.

Baca juga: Cegah karhutla, Wilmar aktif gelar pelatihan

Baca juga: Job Fair Sampit 2026 sediakan ratusan lowongan pekerjaan

Baca juga: Juan Reza sukses pukau pengunjung Sampit Expo di tengah guyuran hujan


Pewarta :
Uploader : Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.