Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi VII DPR sekaligus desainer Samuel Wattimena membagikan sejumlah cara agar pemakaian kain wastra jadi asyik selama merayakan Lebaran tahun ini.
"Ayo yang muda-muda bergerak, jangan menyeragamkan keragaman, lupakan kalau mau lebaran bajunya harus abaya dengan motif ukir atau pakaian motif karpet Persia, Turki dan lain sebagainya, negeri kita ini dari Aceh sampai Papua itu kaya sekali (motifnya)," kata Samuel saat berkunjung ke ANTARA Heritage Center di Jakarta, Kamis.
Samuel mengatakan pemakaian kain wastra dapat dipadukan dengan cara-cara yang kekinian, sehingga penampilan ketika Lebaran nanti tidak akan nampak membosankan.
Pada kondisi ekonomi yang dapat terbilang sulit ini, sebagai desainer, ia menyarankan para wanita untuk memperbanyak membeli kerudung dengan motif beragam dibandingkan menghabiskan uang untuk membeli sebuah baju.
Pemakaian kerudung dengan warna dan motif yang berbeda akan menampilkan aura menarik yang tidak membosankan ketika bertemu dengan sanak saudara di kampung halaman.
Sedangkan pria disarankan untuk mengenakan kemeja dengan kancing terbuka atau baju koko yang dililit menggunakan kain wastra bak pakaian khas Melayu.
Samuel menilai pemakaian kain wastra di pinggang akan meringkas bawaan ketika akan beribadah dan menambahkan aksen menarik pada penampilan penggunanya.
"Jadi begitu mau ibadah, kain yang tadinya dilipat itu tinggal dibuka dan dipanjangkan, jadi tidak perlu bawa tas tentengan dan lain sebagainya," ujar Samuel.
Dalam kesempatan itu, Samuel mengajak masyarakat untuk mulai lebih mencintai kain wastra dan kebudayaan Indonesia yang sangat kaya.
Ia menekankan bahwa Indonesia terlalu luas untuk dikecilkan oleh sebuah tren Lebaran. Terlebih islam menjadi agama mayoritas yang dianut oleh berbagai suku."Ini semua soal kepercayaan diri. Kepercayaan diri itu muncul dari harga diri, harga diri itu muncul kalau kamu menghargai diri kamu. Misalkan dari Sumatera Barat, motif Sumatera Barat banyak sekali, kenapa tidak percaya diri? Karena kurang Muslim? Kurang Muslim apa Sumatera Barat mayoritas semuanya islam," ujarnya.
