
Selama 2025 Kota Palangka Raya dikunjung 644.270 wisatawan

Palangka Raya (ANTARA) - Sebanyak 644.270 wisatawan tercatat di Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga (Disparbudpora) Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng) mengunjungi wilayah setempat sepanjang 2025.
"Selama 2025 kemarin, kami mencatat total kunjungan wisatawan ke Palangka Raya mencapai 644.270 orang atau meningkat 5,6 persen dibandingkan kunjungan wisatawan pada 2024 yang tercatat 609.940 orang," kata Kepala Disparbudpora Kota Palangka Raya, Iin Hendrayati Idris di Palangka Raya, Selasa.
Wanita berhijab ini menerangkan, data kunjungan wisatawan di Wilayah Ibu Kota Provinsi Kalteng ii dihimpun dari empat destinasi unggulan yang menjadi primadona yakni Hutan Kota Nyaru Menteng, Wisata Alam Sei Batu, Air Hitam Kereng Bangkirai dan Sei Koran.
“Data kunjungan ini menjadi bahan evaluasi kami untuk melihat minat wisata masyarakat sepanjang tahun,” katanya.
Kunjungan ini dilakukan wisatawan dari berbagai wilayah Provinsi Kalteng, wisatawan nasional dan Sebagian merupakan wisatawan asing yang tengah berkegiatan di Kota Palangka Raya.
"Kami mencatat kunjungan tertinggi terjadi pada Mei 2025 dengan total 85.214 wisatawan, diikuti bulan Januari 2025 sebanyak 75.106 orang. Sebaliknya, titik terendah kunjungan berada di bulan Maret dan September," katanya.
Menurut Iin, pola ini menunjukkan bahwa ketergantungan terhadap hari libur nasional dan momentum tertentu masih sangat tinggi. Hal ini menjadi tantangan bagi pemerintah daerah agar objek wisata tetap ramai dikunjungi pada hari kerja atau bulan-bulan low season.
"Meski secara akumulasi mengalami kenaikan, aktivitas pariwisata di Palangka Raya dinilai belum stabil. Kunjungan masih didominasi oleh faktor musiman, dengan angka wisatawan melonjak tajam pada momen libur panjang dan akhir pekan, namun menurun di bulan-bulan biasa," katanya.
Baca juga: Pemkot Palangka Raya tingkatkan kolaborasi sukseskan program P4GN
Memasuki 2026, pihaknya berkomitmen menjadikan data tahun sebelumnya sebagai landasan kebijakan pengembangan pariwisata. Fokus utama ke depan adalah pemerataan kunjungan agar tidak hanya menumpuk pada waktu-waktu tertentu.
“Dia berharap, pengelolaan dan promosi wisata bisa terus ditingkatkan agar kunjungan lebih merata dan berkelanjutan di berbagai destinasi sepanjang tahun,” katanya.
Baca juga: Wali Kota Palangka Raya prioritaskan program layanan kesehatan
Baca juga: Terjadi 414 kasus kekerasan anak dan perempuan di Kalteng selama 2025
Baca juga: Bea Cukai Palangka Raya sediakan pendampingan ekspor gratis
Pewarta : Rendhik Andika
Uploader: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2026
