Jakarta (ANTARA) - Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas) E Aminudin Aziz menyampaikan Perpusnas mengajukan anggaran belanja tambahan pada 2026 sebesar Rp644.680.119.000.
"Kami mengusulkan tambahan anggaran kepada Presiden. Disampaikan sudah tiga kali, sesuai dengan linimasanya," kata dia dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen di Jakarta, Rabu.
Ia berharap, Komisi X DPR dapat memberikan dukungan untuk tambahan anggaran tersebut.
"Mudah-mudahan ada sinyal bagus untuk penambahan anggaran ini," ujar dia.
Sebelumnya, ia mengatakan anggaran Perpusnas untuk tahun ini Rp377.999.537.000.
Nominal anggaran yang relatif kecil itu, kata dia, berpotensi menimbulkan sejumlah dampak, di antaranya menghambat penyediaan bantuan yang langsung berhubungan dengan keperluan masyarakat serta menunda atau menurunkan efektivitas program-program peningkatan budaya baca dan penguatan kecakapan literasi masyarakat.
Ia mengatakan anggaran Perpusnas yang terbatas berpotensi meningkatkan risiko kerusakan pada naskah kuno dan koleksi langka serta menurunkan kegiatan konservasi, preservasi, dan alih media naskah-naskah tersebut yang seharusnya dilaksanakan secara berkelanjutan.
"Karena kondisi itulah, kami lalu mengusulkan tambahan anggaran," ucap Aminudin.
Menanggapi kondisi itu, Komisi X DPR menyatakan dukungan terhadap Perpusnas dalam mengusulkan anggaran belanja tambahan.
"Komisi X DPR RI mendukung Perpustakaan Nasional dalam mengusulkan anggaran belanja tambahan tahun anggaran 2026 sesuai Surat Perpusnas RI Nomor B.84/1/PRC.01.02/I.2026 tanggal 5 Januari 2026 sebesar Rp644.680.119.000," kata Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian.
Dia mengharapkan dukungan itu, dapat mengoptimalkan kinerja Perpustakaan Nasional dalam melaksanakan berbagai program prioritas sesuai ketentuan, prosedur, dan mekanisme pengusulan anggaran.
Merespons dukungan itu, Aminudin menyampaikan ucapan terima kasih.
Perpusnas, kata dia, siap memperbaiki kinerja dan terus berupaya mencapai segala target yang telah ditentukan.
