Sampit (ANTARA) - Gelaran Sampit Expo 2026 di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah resmi ditutup dengan pencapaian yang sangat memuaskan, yakni perputaran uang yang menembus angka Rp8 miliar selama sepekan pelaksanaan.
“Kami mencatat adanya peningkatan jumlah peserta dan pengunjung expo tahun ini, dengan total transaksi ekonomi mencapai target sekitar 7-8 miliar rupiah, yang mana ini sesuai dengan target kami di awal,” kata Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kotim Johny Tangkere di Sampit, Rabu.
Hal ini ia sampaikan pada acara penutupan Sampit Expo 2025 sekaligus penutupan Gelora Kriya Dekranasda Kotim dan Festival Budaya Habaring Hurung 2026 yang dipusatkan di kawasan Stadion 29 Nopember Sampit.
Turut hadir dalam acara tersebut seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD), tokoh masyarakat, tokoh adat dan lainnya.
Johny menjelaskan, capaian ini merupakan hasil kolaborasi dari berbagai pihak, khususnya para pelaku usaha, UMKM dan mitra dagang lainnya.
Kegiatan ini bukan hanya menjadi ajang promosi produk unggulan, tetapi juga ruang kolaborasi, inovasi dan pertukaran ide pelaku ekonomi tinggi.
Menurutnya, antusiasme peserta dan pengunjung pada tahun ini mengalami peningkatan signifikan dibanding sebelumnya.
“Hal ini berperan penting dalam mendongkrak perputaran uang sekaligus menciptakan peluang kerja sama yang strategis baik secara lokal maupun nasional sehingga meningkatkan potensi Kotim di mata para pelaku usaha,” jelasnya
Johny merincikan, selama kegiatan berlangsung sejak 7 hingga 14 Januari 2026, total kunjungan mencapai 44.000 orang. Dengan rata-rata 5.500 pengunjung setiap harinya yang memadati area pameran untuk berbelanja maupun menikmati hiburan.
Acara ini menyumbang pendapatan daerah sebesar Rp65 juta yang berasal dari retribusi parkir, sewa lahan, sewa tenda bazar, hingga penggunaan daya listrik oleh para peserta pameran.
Dalam rangkaian expo, pemerintah daerah bekerja sama dengan Bulog Kotim juga menggelar operasi pasar murah sebagai bentuk kepedulian sosial.
“Sebanyak 1.000 paket sembako berisi beras, gula, minyak goreng dan susu kental manis telah disalurkan kepada masyarakat melalui sinergi Dinas Perdagangan, Dinas Pertanian dan Bulog,” sebutnya.
Baca juga: Diskan Kotim sebut pembangunan SPBN tinggal tunggu pihak ketiga
Selain itu, kemeriahan juga terlihat pada Festival Budaya Habaring Hurung yang menggelar 17 atraksi kesenian serta berbagai lomba kerajinan tangan di gedung indoor. Kegiatan ini berhasil menyatukan semangat kebersamaan masyarakat dalam melestarikan warisan leluhur secara berkelanjutan.
Lalu, Pameran Gelora Kriya Dekranasda turut mewarnai acara dengan berbagai kompetisi kreatif seperti lomba menjawet, ecoprint, hingga lomba mewarnai. Peserta yang berasal dari berbagai kecamatan dan sekolah menunjukkan bakat luar biasa dalam mengolah kerajinan khas daerah.
“Kami berharap kualitas penyelenggaraan Sampit Expo terus ditingkatkan setiap tahun agar manfaatnya semakin dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat,” demikian Johny.
Sementara itu, Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Kotim Rafiq Riswandi, menyampaikan apresiasi atas kelancaran acara. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata keberpihakan pemerintah terhadap ekonomi kerakyatan.
“Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana promosi produk unggulan daerah, namun juga menjadi ruang ekspresi dan apresiasi terhadap kekayaan budaya, sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat,” ujarnya.
Rafiq juga memberikan apresiasi bagi para pelaku UMKM dan perajin yang dinilai semakin inovatif. Ia berharap semangat produktivitas ini terus dipertahankan demi mewujudkan sektor UMKM yang tangguh, mandiri, dan berkelanjutan di masa depan.
“Saya mengajak untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam pembinaan, pendampingan, dan perluasan akses pasar bagi UMKM serta pelestarian budaya daerah," ajak Rafiq.
Lebih lanjut, Rafiq menegaskan bahwa pembangunan Kotim tidak hanya soal infrastruktur fisik semata. Melalui Sampit Expo, pemerintah menunjukkan komitmennya dalam memperkuat nilai-nilai budaya dan kebersamaan sosial di tengah masyarakat.
“Saya berharap kegiatan Sampit Expo, Gelora Kriya Dekranasda, dan Festival Budaya Habaring Hurung dapat terus ditingkatkan kualitasnya, serta menjadi agenda tahunan unggulan yang memberi manfaat nyata,” demikian Rafiq.
Sebagai penutup, panitia mengumumkan pemenang stan terbaik yang dinilai secara independen oleh awak media profesional.
Juara Terbaik I dengan nilai 990 poin diraih oleh stan gabungan Dinas Bina Marga dan Dinas Cipta Karya. Juara Terbaik II dengan nilai 860 poin diraih oleh stan Sekretariat Daerah Kotim. Juara Terbaik III dengan nilai 820 poin diraih oleh stan Dinas Kesehatan.
Diikuti, Harapan I dengan nilai 810 poin diraih oleh stan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Harapan II dengan nilai 790 poin diraih oleh stan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, dan Harapan III dengan nilai 780 poin diraih oleh stan Polres Kotim.
Baca juga: Pemkab Kotim tetap prioritaskan layanan publik meski DBH sawit anjlok
Baca juga: Kolaborasi Pemkab dan PMI Kotim bantu korban bencana Aceh-Sumut
Baca juga: Pemkab Kotim optimistis tuntaskan cetak sawah 733 hektare dalam tiga bulan
