Logo Header Antaranews Kalteng

OJK: Kredit investasi di Kalteng capai Rp13,83 triliun

Rabu, 21 Januari 2026 08:17 WIB
Image Print
Kepala OJK Kalteng Primandanu Febriyan Aziz. (ANTARA/Muhammad Arif Hidayat)

Palangka Raya (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan berdasarkan jenis penggunaannya pada kredit atau pembiayaan perbankan hingga November 2025, maka kredit investasi di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mencapai hingga Rp13,83 triliun.

"Kredit investasi di Kalteng mencapai Rp13,83 triliun atau sebesar 25,42 persen dari total kredit secara keseluruhan," kata Kepala OJK Kalteng Primandanu Febriyan Aziz di Palangka Raya, Selasa.

Kemudian untuk kredit modal kerja mencapai Rp19,51 triliun atau 35,86 persen dari total kredit, serta paling dominan adalah kredit konsumtif mencapai sebesar Rp21,06 triliun atau 38,71 persen dari total kredit.

Primandanu memaparkan, berdasarkan perkembangan data hingga November 2025 tersebut, maka perkembangan kredit atau pembiayaan pada perbankan keseluruhan di Kalimantan Tengah menunjukkan peningkatan.

Dia menyampaikan kredit atau pembiayaan meningkat 9,03 persen dari tahun ke tahun atau year on year (yoy) atau mencapai sebesar Rp4,51 triliun, yakni dari Rp49,89 triliun, kemudian menjadi Rp54,40 triliun.

"Dengan tingkat kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) meningkat 0,53 persen, yaitu dari 1,63 persen menjadi 2,16 persen. Tetapi, tingkat NPL ini masih terjaga berada di bawah 5 persen," ucapnya.

Baca juga: OJK optimalkan peran IASC tangani penipuan keuangan di Kalteng

Lebih lanjut Primandanu memaparkan, ada sebanyak lima sektor ekonomi yang menggunakan fasilitas kredit terbesar untuk wilayah Kalimantan Tengah, yakni rumah tangga sebesar Rp20,76 triliun atau 39,12 persen dari total kredit, serta pertanian, kehutanan dan perikanan Rp16,50 triliun atau 31,09 persen dari total kredit.

Kemudian sektor perdagangan besar dan eceran Rp10,01 triliun atau 18,86 persen dari total kredit, industri pengolahan Rp1,17 triliun atau 2,20 persen dari total kredit, hingga konstruksi sebesar Rp1,07 triliun atau 2,03 persen dari total kredit.

Di sisi lain, apabila berdasarkan jenis usaha, maka penyaluran kredit pada bank umum masih didominasi oleh kredit non-UMKM, yaitu Rp35,63 triliun atau 65,50 persen dari total penyaluran kredit, diikuti kredit mikro Rp8,87 triliun atau 16,31 persen, kredit kecil yaitu Rp6,52 triliun atau sebesar 11,99 persen dari total penyaluran kredit, serta menengah yaitu Rp3,84 triliun atau sebesar 6,20 persen.

Baca juga: OJK: IASC catat 2.594 aduan di Kalteng, kerugian capai Rp32,27 miliar

Baca juga: OJK: Aset Bank Umum di Kalteng meningkat hingga Rp17,75 triliun

Baca juga: OJK paparkan porsi PDRB regional Kalimantan, berikut lima sektor ekonomi utama



Pewarta :
Uploader: Admin 1
COPYRIGHT © ANTARA 2026