Logo Header Antaranews Kalteng

RI dan Aljazair perkuat kerja sama pariwisata

Rabu, 4 Februari 2026 23:16 WIB
Image Print
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) RI Sudaryono melakukan pertemuan dengan Menteri Negara sekaligus Menteri Energi dan Pertambangan Aljazair Mohamed Arkab di Aljir, Aljazair. (ANTARA/HO - Wamentan)

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pariwisata dan delegasi Majelis Rakyat Nasional (APN) Aljazair sepakat untuk bekerja sama dalam memperkuat kerja sama pariwisata sekaligus mempererat hubungan persahabatan antara kedua negara.

"Hal ini menjadi peluang strategis untuk memperkuat pasar Afrika Utara dan pengembangan wisatawan muslim, sekaligus mendorong transfer pengetahuan melalui keberadaan enam politeknik pariwisata di bawah naungan Kementerian Pariwisata," kata Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Jakarta, beberapa waktu lalu, Ni Luh menilai pertemuan perdana itu membuka peluang kolaborasi yang dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat, khususnya pelaku pariwisata, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), pemandu wisata lokal, hingga investor.

Data pascapandemi COVID-19 menunjukkan arus wisatawan Aljazair ke Indonesia tumbuh sekitar 25 persen, seiring dengan meningkatnya volume perdagangan kedua negara.

Dalam pertemuan tersebut, perwakilan Aljazair turut menyampaikan ketertarikan untuk mempelajari rekam jejak Indonesia dalam mengelola wisata religi dan wisata alam, dua sektor yang juga menjadi fokus pengembangan pariwisata di negara tersebut.

Kesamaan visi disebut akan membuka ruang kolaborasi strategis untuk meningkatkan kunjungan wisatawan melalui penawaran pengalaman yang unik dan saling melengkapi antara negara maritim dan negara kontinental gurun.

"Indonesia dan Aljazair juga memiliki keselarasan dalam pengembangan wisata budaya," kata Ni Luh.

Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata Martini Mohammad Paham mengatakan meskipun kerja sama masih berada pada tahap awal, pertemuan itu menjadi fondasi penting dalam menyiapkan promosi pariwisata yang berkelanjutan."Arah kerja sama ke depan akan difokuskan pada dukungan kebijakan dari badan legislatif dan parlemen kedua negara, serta penciptaan iklim investasi yang kondusif bagi pengusaha untuk membangun ekosistem pariwisata yang berdaya saing global," ujar Martini.



Pewarta :
Editor: Nano Ridhansyah
COPYRIGHT © ANTARA 2026