Logo Header Antaranews Kalteng

Pasar Ramadhan Kotim upaya dongkrak ekonomi dan lestarikan jajanan tradisional

Jumat, 20 Februari 2026 05:52 WIB
Image Print
Bupati Kotim Halikinnor memukul bedug disaksikan sejumlah pejabat daerah sebagai simbol dimulainya Pasar Ramadhan 1447 Hijriyah, Kamis (19/2/2026). (ANTARA/Devita Maulina)

Sampit (ANTARA) - Pasar Ramadhan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah kembali digelar sebagai upaya strategis pemerintah daerah dalam mendongkrak perekonomian sekaligus menjaga eksistensi dari jajanan ataupun kuliner tradisional.

“Alhamdulillah, Pasar Ramadhan tahun ini telah resmi dibuka. Tadi saya lihat banyak kue-kue tradisional yang kalau hari biasa cukup sulit ditemukan karena sedikit yang memproduksi, tapi pada Ramadhan ini banyak yang berjualan dan banyak pilihan,” kata Bupati Kotim Halikinnor di Sampit, Kamis.

Hal ini ia sampaikan usai membuka secara resmi Pasar Ramadhan 1447 Hijriyah/2026 Masehi. Acara ini turut dihadiri Wakil Bupati Kotim Irawati, Ketua DPRD Kotim Rimbun, Pj Sekda Kotim Umar Kader, serta FKPD dan OPD Kotim.

Usai meninjau langsung situasi Pasar Ramadhan di hari pertama pembukaan, Halikinnor menilai jumlah pedagang yang berpartisipasi di Pasar Ramadhan tahun ini mengalami peningkatan dan pilihan menu yang ditawarkan pun jauh lebih bervariasi dibandingkan tahun sebelumnya.

Kegiatan yang berlokasi di Jalan S Parman dan Jalan Yos Sudarso ini dirancang khusus untuk memfasilitasi pedagang kecil. Peningkatan jumlah stan di area strategis memberikan ruang lebih luas bagi masyarakat untuk berinteraksi ekonomi.

Agenda tahunan ini diharapkan menjadi motor penggerak bagi pelaku UMKM di Sampit selama bulan suci, serta dapat meningkatkan omzet pelaku usaha kuliner di wilayah tersebut.

“Harapannya ini bisa memenuhi kebutuhan kuliner masyarakat, baik itu bagi yang berpuasa maupun yang tidak. Karena saudara-saudara kita yang non muslim juga bisa memanfaatkan momentum ini, sehingga perekonomian masyarakat kita juga meningkat,” ujarnya.

Baca juga: Dishub Kotim alihkan rencana PJU Kapten Mulyono ke listrik PLN

Selain dampak ekonomi, Pasar Ramadhan ini menjadi ajang promosi bagi produk lokal agar lebih dikenal luas. Pemkab Kotim berkomitmen untuk terus mendukung UMKM agar naik kelas melalui penyediaan wadah berjualan yang representatif.

Menariknya, Pasar Ramadhan ini juga menjadi benteng pelestarian kue-kue tradisional yang mulai sulit ditemukan pada hari biasa. Jenis kudapan khas seperti bingka dan amparan tatak menjadi primadona yang diburu para pengunjung.

Halikinnor menyebut di luar bulan Ramadhan, mencari produsen kue tradisional cukup sulit karena keterbatasan jumlah pembuatnya. Kehadiran pasar ini memastikan resep warisan budaya tetap terjaga dan dinikmati lintas generasi.

“Bazar ini adalah wadah untuk menjaga keberadaan kue-kue tradisional sebagai warisan budaya dan kearifan lokal yang harus tetap kita lestarikan,” sebutnya.

Untuk memastikan kesuksesan acara, Bupati juga menginstruksikan seluruh ASN di lingkungan Pemkab Kotim untuk turut berpartisipasi aktif. Setiap instansi diminta bergantian mengunjungi bazar guna membantu perputaran uang di sektor UMKM.

“Saya menghimbau setiap ASN agar masing-masing instansi dapat saling bergantian mengunjungi dan berbelanja di bazar kuliner ramadhan ini,” pungkasnya.

Penjagaan kebersihan, ketertiban, dan keamanan menjadi pesan penutup agar ibadah di bulan suci tetap khusyuk. Dengan tata kelola yang lebih rapi, Pasar Ramadhan diharapkan membawa berkah bagi pedagang maupun pengunjung.

Baca juga: Dishub Kotim jajaki perpanjangan rute bus DAMRI hingga Antang Kalang

Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian Dan Perdagangan (DKUKMPP) Kotim Johny Tangkere menyampaikan Pasar Ramadhan kali ini melibatkan 130 peserta, meliputi 70 pedagang kuliner lokal dan 60 pedagang kuliner modern.

Senada dengan Bupati Kotim, ia berharap melalui kegiatan yang berlangsung selama sebulan penuh ini akan menciptakan perputaran ekonomi yang signifikan.

Dalam kesempatan ini, pihaknya selaku penyelenggara juga menyalurkan 150 kilogram beras untuk tiga panti asuhan, hasil kerjasama dengan salah satu mitra distributor, bantuan dari Kecamatan Baamang untuk 15 anak panti asuhan dan bantuan modal usaha UMKM dari Baznas Kotim.

“Semoga dengan kegiatan bazar kuliner Ramadhan ini dapat menggairahkan pertumbuhan ekonomi Kotawaringin Timur dan memberi manfaat untuk semua lapisan masyarakat,” demikian Johny.

Baca juga: Ketua DPRD Kotim sebut perbaikan Taman Miniatur Budaya sudah mendesak

Baca juga: Bayang-bayang cuaca ekstrem hantui persiapan Pasar Ramadhan Sampit



Pewarta :
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026