Logo Header Antaranews Kalteng

Pariwisata Bali tetap stabil di tengah dampak konflik Timur Tengah

Jumat, 6 Maret 2026 13:45 WIB
Image Print
Wisatawan mancanegara berkeliling area cagar budaya saat berkunjung di Pura Taman Ayun, Badung, Bali, Senin (2/3/2026). Badan Pusat Statistik Provinsi Bali mendata wisatawan mancanegara (wisman) yang datang langsung ke Provinsi Bali pada Januari 2026 tercatat sebanyak 502.205 kunjungan, jumlah tersebut menurun 12,30 persen dibandingkan bulan Desember 2025 yang tercatat sebanyak 572.668 kunjungan. ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/nz (ANTARA FOTO/NYOMAN HENDRA WIBOWO)

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pariwisata menyampaikan bahwa kondisi pariwisata Bali dalam beberapa minggu9 terakhir tetap berada dalam kondisi stabil meskipun situasi geopolitik global, termasuk dinamika di Timur Tengah yang hingga kini terus menjadi perhatian dunia.

“Situasi global tentu kami pantau dengan sangat serius. Namun data di lapangan menunjukkan bahwa kinerja pariwisata Bali dalam beberapa minggu terakhir masih berada pada kondisi yang stabil, dengan tingkat hunian hotel yang tetap terjaga. Ini menunjukkan bahwa Bali tetap menjadi destinasi yang dipercaya dan diminati wisatawan dunia,” kata Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.

Widiyanti menyatakan pemerintah terus memantau perkembangan situasi internasional secara cermat, khususnya terhadap potensi dampaknya pada mobilitas wisatawan global.

Terkait dengan Bali, berdasarkan hasil pemantauan pemerintah, aktivitas pariwisata di provinsi itu masih berjalan dengan baik dan tingkat hunian hotel tetap berada pada level yang sehat.

Data yang Kementerian Pariwisata kumpulkan dari Industri per tanggal 4 Januari 2026, di Kabupaten Badung yang menjadi pusat utama pariwisata Bali, sekitar 52 persen hotel berada pada tingkat hunian 41 sampai 69 persen, sementara 36 persen hotel telah mencapai tingkat hunian 70 hingga 80 persen.

Menurutnya data itu menunjukkan bahwa mayoritas properti masih berada pada kategori hunian menengah hingga tinggi, yang menandakan performa pasar yang relatif kuat.

Sementara itu, di Kabupaten Gianyar, sekitar 53,8 persen hotel juga berada pada tingkat hunian 41 hingga 69 persen, dengan 23,1 persen berada pada kisaran 70 sampai 80 persen, dan sebagian kecil mencapai tingkat hunian 81 sampai 100 persen.

Meski terdapat variasi tingkat hunian antar properti, secara umum aktivitas pariwisata dinilainya masih menunjukkan dinamika yang stabil.

Dia juga menyampaikan bahwa pemerintah akan terus melakukan koordinasi dengan pelaku industri pariwisata serta memperkuat strategi pemasaran di berbagai pasar utama guna memastikan keberlanjutan kinerja sektor pariwisata nasional.

“Kementerian Pariwisata optimistis bahwa dengan daya tarik destinasi, kualitas pengalaman wisata, serta kerja sama erat antara pemerintah dan industri, Indonesia tetap berada pada posisi yang kuat sebagai destinasi pilihan wisatawan global di tengah dinamika global yang terus berkembang,” katanya.



Pewarta :
Editor: Admin Portal
COPYRIGHT © ANTARA 2026