
BPBD Pulang Pisau: Kemarau panjang dimulai akhir Mei

Pulang Pisau (ANTARA) - Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, Herman Wibowo mengungkapkan perkiraan kemarau panjang dimulai lebih awal sekitar sepuluh hari terakhir pada Mei nanti.
“Prediksi musim kemarau dimulai sekitar tanggal 20 Mei dengan potensi wilayah terdampak di beberapa kabupaten sehingga harus segera diantisipasi,” kata Herman Wibowo di Pulang Pisau, Rabu.
Herman menjelaskan, percepatan awal musim kemarau tersebut dipengaruhi oleh kondisi iklim global yang menunjukkan penguatan fenomena El Nino sehingga berdampak pada berkurangnya curah hujan di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah dalam beberapa waktu ke depan.
Dia menyebutkan, terdapat tiga kabupaten yang berpotensi terdampak lebih awal, yaitu Kabupaten Katingan, Kabupaten Pulang Pisau, dan Kabupaten Kapuas yang perlu menjadi perhatian khusus dalam upaya mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi risiko kebakaran hutan dan lahan.
“Wilayah ini diperlukan langkah antisipasi sejak dini agar potensi kebakaran hutan dan lahan dapat diminimalkan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan, kondisi kemarau tahun ini tidak disertai fenomena kemarau basah. Potensi kekeringan diperkirakan lebih tinggi dan berdampak langsung terhadap ketersediaan air serta kerawanan kebakaran di lahan gambut yang mudah terbakar.
“Fenomena ini disebut sebagai El Nino Godzilla yang menggambarkan kekuatan El Nino yang sangat tinggi sehingga dampaknya mempercepat kemarau, memperpanjang durasi serta meningkatkan tingkat kekeringan secara signifikan,” paparnya.
Baca juga: Sekda Pulang Pisau ingatkan perangkat daerah antisipasi hadapi musim kemarau
Herman menerangkan untuk menghadapi kondisi tersebut, pemerintah daerah diharapkan dapat mengambil langkah-langkah pencegahan secara maksimal guna menekan potensi kebakaran hutan dan lahan yang berulang setiap musim kemarau, khususnya pada wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi.
BPBD setempat juga membandingkan dengan data kejadian kebakaran hutan dan lahan pada tahun 2023, sebagai dasar dalam menyusun strategi mitigasi yang lebih efektif dan terarah sesuai dengan kondisi lapangan.
“Kami membandingkan dengan data tahun 2023, karena pada tahun tersebut kejadian kebakaran cukup signifikan dan menjadi acuan dalam menentukan langkah mitigasi yang lebih tepat dan terukur,” jelasnya.
Ia menambahkan desa-desa yang berpotensi terdampak diminta segera melakukan rapat koordinasi dengan melibatkan berbagai pihak terkait guna meningkatkan kesiapsiagaan serta memperkuat sinergi dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan.
“Kami mendorong desa-desa yang rawan segera menggelar rapat bersama dengan melibatkan camat, Kapolsek dan Bhabinkamtibmas agar pencegahan bisa dilakukan secara cepat dan terkoordinasi,” demikian Herman Wibowo.
Baca juga: Pemkab Pulang Pisau bertekad tingkatkan SDM berdaya saing
Baca juga: Pemkab Pulang Pisau berharap kembali raih opini WTP
Baca juga: Pemkab Pulang Pisau seleksi terbuka JPT Pratama enam perangkat daerah
Pewarta : Adi Waskito/Dita Marsena
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
