Logo Header Antaranews Kalteng

Vikaris Pulang Pisau maknai Paskah bukti kemenangan atas kuasa maut

Minggu, 5 April 2026 07:24 WIB
Image Print
Suasana peringatan Paskah di pemakaman GKE Anjir Pulang Pisau, Sabtu (4/4/2026). ANTARA/Dita Marsena

Pulang Pisau (ANTARA) - Vikaris (Vik) Agaefiani I Tumon Gereja Bintang Timur GKE Anjir Pulang Pisau Kecamatan Kahayan Hilir memaknai Paskah sebagai kebangkitan Sang Juru Selamat yang menjadi dasar utama iman, sekaligus bukti kemenangan atas kuasa maut yang selama ini membelenggu kehidupan manusia dalam dosa dan keterpisahan dari Tuhan.

“Perayaan Paskah bukan hanya peristiwa sejarah, tetapi menjadi bukti nyata kuasa maut telah dipatahkan,” kata Vik Agaefiani I Tumon di Pulang Pisau, Sabtu malam.

Ia menjelaskan melalui kebangkitan tersebut, manusia yang sebelumnya hidup dalam dosa kini dipanggil untuk mengalami perubahan total, meninggalkan kehidupan lama dan berjalan dalam kehidupan baru.

“Kebangkitan Sang Juru Selamat mendorong kita untuk tidak lagi hidup dalam dosa, melainkan mengalami pembaruan hidup secara menyeluruh,” jelasnya.

Vik Agaefiani menambahkan seperti Rasul Paulus dalam surat Kolose mengajarkan pentingnya mematikan segala hal duniawi, termasuk hawa nafsu, keserakahan dan berbagai bentuk dosa yang dapat merusak hubungan manusia dengan Tuhan.

Dirinya menekankan, manusia baru di dalam iman harus meninggalkan sifat-sifat lama seperti amarah, fitnah, perkataan kotor, mulai hidup dalam kasih, kejujuran dan kesucian sebagai wujud perubahan sejati.

“Kita dipanggil untuk menjadi manusia baru yang berarti meninggalkan segala perilaku lama dan melukai orang lain,” katanya.

Baca juga: Pemkab Pulang Pisau berlakukan WFH setiap Rabu

Menurutnya, perubahan tersebut tidak dapat dilakukan dengan kekuatan manusia semata, melainkan membutuhkan pertolongan Roh Kudus yang memampukan setiap orang percaya untuk melawan dosa dan hidup dalam kebenaran.

Ia juga menyampaikan kebangkitan Sang Juru Selamat membawa pemulihan hubungan antara manusia dengan Tuhan sehingga tidak ada lagi pemisah bagi mereka yang percaya dan menerima keselamatan.

“Melalui pengorbanan dan kebangkitan-Nya, hubungan kita dengan Tuhan dipulihkan sehingga kita dapat datang kepada-Nya dengan iman dan hidup dalam persekutuan yang benar,” ungkapnya.

Iman tidak ada lagi perbedaan yang memecah belah, terangnya, karena semua orang percaya dipersatukan sebagai satu tubuh dengan Tuhan sebagai kepala.

Ia berharap momentum Paskah dapat menjadi pengingat bagi umat Kristen untuk benar-benar menunjukkan iman melalui tindakan nyata, bukan hanya sebatas pengakuan secara lisan.

“Kehidupan kita menjadi bukti iman itu hidup dalam diri kita dan melalui perbuatan yang mencerminkan kasih, kebenaran dan kesetiaan kepada Tuhan,” demikian Agaefiani I Tumon.

Baca juga: BPBD Kalteng bersama daerah perkuat koordinasi kesiapsiagaan hadapi karhutla

Baca juga: Pemenuhan akses internet daerah terpencil di Pulang Pisau terkendala status kawasan

Baca juga: BPBD Pulang Pisau: Kemarau panjang dimulai akhir Mei



Pewarta :
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026