Logo Header Antaranews Kalteng

DLHK Pulang Pisau perkuat pengawasan pengelolaan sampah dan limbah dapur SPPG

Rabu, 15 April 2026 07:49 WIB
Image Print
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Pulang Pisau Godfridson bersama Kepala SPPG dapur Bereng Pulang Pisau, Puput Damayanti usai soosialisasi pemilahan dan pengelolaan sampah, Selasa (14/4/2026). ANTARA/Dita Marsena

Pulang Pisau (ANTARA) - Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Pulang Pisau Kalimantan Tengah Godfridson menegaskan pentingnya pengelolaan sampah dan limbah secara mandiri di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar memenuhi standar kualitas kesehatan.

"Pemilahan dan pengelolaan sampah rumah tangga di SPPG harus dilakukan secara mandiri sehingga tidak lagi langsung dibuang ke TPS atau TPA," kata Godfridson di Pulang Pisau, Selasa.

Menurutnya, sumber utama sampah di SPPG berasal dari aktivitas rumah tangga khusus pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) sehingga diperlukan pola penanganan yang tepat melalui pemilahan dan pengolahan yang berkelanjutan.

"Sampah yang dihasilkan di SPPG ini sebagian besar merupakan sampah rumah tangga sehingga perlu dilakukan pemilahan antara sampah organik dan anorganik," jelasnya.

Godfridson menerangkan secara infrastruktur fasilitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di SPPG Bereng sebenarnya sudah tersedia dan memenuhi standar. Namun, perlu pengelolaan yang lebih maksimal agar hasilnya optimal.

"IPAL di SPPG Bereng ini sudah terbangun dengan baik dan memenuhi standar, namun pengelolaan sampah masih belum dilakukan maksimal dan masih dibuang langsung ke TPS," ujarnya.

Ia mengatakan pengolahan sampah organik dapat dilakukan dengan bantuan mikroorganisme pengurai seperti M4 untuk mempercepat proses pembusukan serta mengurangi bau tidak sedap yang ditimbulkan.

Edukasi ini dilakukan, paparnya, menyasar 40 ibu-ibu rumah tangga yang bekerja sebagai relawan di SPPG agar mereka dapat mempraktikkan langsung pengelolaan sampah di rumah.

"Saya berharap juga mereka dapat menyampaikan ilmu ini kepada tetangga sekitar jika sampah rumah tangga masih bisa diolah dan dimanfaatkan," katanya.

Ia berharap melalui edukasi ini, masyarakat dapat memahami pentingnya tata kelola sampah yang baik. Termasuk, pemilahan antara sampah organik dan anorganik sebagai langkah awal pengolahan.

Menurut Godfridson dengan optimalisasi pengelolaan IPAL dan penerapan pengolahan sampah rumah tangga, pemerintah daerah optimis mampu menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat di Pulang Pisau.

Baca juga: Waket DPRD Pulang Pisau akui sektor pendidikan ikut terdampak efisiensi anggaran

Baca juga: DPRD Pulang Pisau tetapkan perubahan 12 raperda

Baca juga: Festival Literasi Harati ajarkan generasi muda Pulang Pisau cerdas memilah informasi



Pewarta :
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026