Wawali Kota Palangka Raya ajak warga jaga drainase antisipasi banjir
Kamis, 5 Desember 2019 18:51 WIB
Wakil Wali Kota Palangka Raya, Umi Mastikah (ANTARA/Rendhik Andika)
Palangka Raya (ANTARA) - Wakil Wali Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah, Umi Mastikah mengajak warga di kota setempat bergotong royong membersihkan dan menjaga drainase untuk mengantisipasi bencana alam banjir dan genangan air pada musim hujan.
"Seiring mulai masuknya wilayah kita pada musim hujan, maka sejak dini kita secara rutin harus menjaga lingkungan dengan membersihkan saluran drainase. Paling baik dilakukan dengan gotong royong," kata Umi di Palangka Raya, Kamis.
Ia mengatakan, tradisi gotong royong harus terus dilakukan masyarakat dalam upaya mengantisipasi wilayah Ibu Kota Provinsi Kalimantan Tengah terbebas dari bencana banjir.
Baca juga: DPRD Palangka Raya dukung pemkot tuntaskan masalah banjir di 2020
Umi juga mengajak komunitas bersama-sama masyarakat membangun dan menumbuhkembangkan kembali semangat dan budaya gotong royong dalam upaya meningkatkan kesadaran menjaga lingkungan.
"Kerja sama seluruh elemen masyarakat daerah ini diperlukan guna memaksimalkan upaya pencegahan dan penanggulangan bencana banjir dan upaya pelestarian lingkungan secara berkelanjutan," kata Umi.
Dia mencontohkan, kerja sama masyarakat dalam lingkup terkecil seperti membersihkan saluran drainase secara berkala di lingkungan tempat tinggal masing-masing agar tidak banjir karena saluran air tersumbat.
Baca juga: Wawali Palangka Raya tinjau sejumlah drainase pasca banjir
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Palangka Raya, Aratuni D Djaban menambahkan saat ini pemerintah kota setempat sedang fokus pada penanganan banjir dengan perbaikan dan pembangunan drainase.
"Walaupun saat ini belum seluruhnya tertangani, namun konsentrasi di 2020 lebih dari separuh APBD Kota Palangka Raya di fokuskan pada penanganan banjir dan infrastruktur jalan," kata Aratuni.
Sebelumnya, pada Rabu (5/12) sejumlah wilayah di Kota Palangka Raya terjadi banjir akibat drainase yang ada tak mampu menampung debit air hujan. Diantara wilayah itu seperti di Jalan Yos Sudarso, Temanggung Tilung, Seth Aji, Jati, Meranti dan Sisinga Mangaraja.
Sejumlah drainase sengaja ditutup pemerintah karena dalam tahap perbaikan atau pembangunan. Namun sebagian drainase lainnya terutama di kawasan perumahan terpantau sempit dan dangkal akibat endapan lumpur dan tumpukan sampah.
Baca juga: Usai dibangun, pemeliharaan infrastruktur di Palangka Raya wajib diperhatikan
Baca juga: DPRD Palangka Raya soroti penurunan fungsi drainase
"Seiring mulai masuknya wilayah kita pada musim hujan, maka sejak dini kita secara rutin harus menjaga lingkungan dengan membersihkan saluran drainase. Paling baik dilakukan dengan gotong royong," kata Umi di Palangka Raya, Kamis.
Ia mengatakan, tradisi gotong royong harus terus dilakukan masyarakat dalam upaya mengantisipasi wilayah Ibu Kota Provinsi Kalimantan Tengah terbebas dari bencana banjir.
Baca juga: DPRD Palangka Raya dukung pemkot tuntaskan masalah banjir di 2020
Umi juga mengajak komunitas bersama-sama masyarakat membangun dan menumbuhkembangkan kembali semangat dan budaya gotong royong dalam upaya meningkatkan kesadaran menjaga lingkungan.
"Kerja sama seluruh elemen masyarakat daerah ini diperlukan guna memaksimalkan upaya pencegahan dan penanggulangan bencana banjir dan upaya pelestarian lingkungan secara berkelanjutan," kata Umi.
Dia mencontohkan, kerja sama masyarakat dalam lingkup terkecil seperti membersihkan saluran drainase secara berkala di lingkungan tempat tinggal masing-masing agar tidak banjir karena saluran air tersumbat.
Baca juga: Wawali Palangka Raya tinjau sejumlah drainase pasca banjir
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Palangka Raya, Aratuni D Djaban menambahkan saat ini pemerintah kota setempat sedang fokus pada penanganan banjir dengan perbaikan dan pembangunan drainase.
"Walaupun saat ini belum seluruhnya tertangani, namun konsentrasi di 2020 lebih dari separuh APBD Kota Palangka Raya di fokuskan pada penanganan banjir dan infrastruktur jalan," kata Aratuni.
Sebelumnya, pada Rabu (5/12) sejumlah wilayah di Kota Palangka Raya terjadi banjir akibat drainase yang ada tak mampu menampung debit air hujan. Diantara wilayah itu seperti di Jalan Yos Sudarso, Temanggung Tilung, Seth Aji, Jati, Meranti dan Sisinga Mangaraja.
Sejumlah drainase sengaja ditutup pemerintah karena dalam tahap perbaikan atau pembangunan. Namun sebagian drainase lainnya terutama di kawasan perumahan terpantau sempit dan dangkal akibat endapan lumpur dan tumpukan sampah.
Baca juga: Usai dibangun, pemeliharaan infrastruktur di Palangka Raya wajib diperhatikan
Baca juga: DPRD Palangka Raya soroti penurunan fungsi drainase
Pewarta : Rendhik Andika
Editor : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KPPN Pangkalan Bun dan Pemkab Kobar bekerja sama memperluas pembiayaan UMi
22 May 2024 16:20 WIB, 2024
Legislator Kapuas minta penyaluran bantuan bibit unggul padi tepat waktu
21 September 2023 16:33 WIB, 2023
Pacu perekonomian daerah, Legislator Kapuas dukung optimalisasi pengembangan budi daya
08 July 2023 12:30 WIB, 2023
Dekranasda Palangka Raya fasilitasi pemasaran UMKM Kalteng lewat Handycraft Gallery
29 May 2023 16:43 WIB, 2023
Terpopuler - Kota Palangkaraya
Lihat Juga
Legislator Palangka Raya sebut keluarga jadi kunci pembentukan SDM berkualitas
05 May 2026 11:21 WIB