Sebelum tangan karyawan PT Naga Bhuana putus, ada karyawan lain sempat kesurupan
Jumat, 10 Januari 2020 15:19 WIB
Karyawan korban kecelakaan kerja di PT Naga Bhuana yang beredar di media sosial.
Pulang Pisau (ANTARA) - Seorang karyawan pabrik pengolahan kayu sengon PT Naga Bhuana Kabupaten Pulang Pisau bernama M Arifin (20) mengalami kecelakaan kerja hingga mengakibatkan sebagian tangan kanannya putus terkena gearbox mesin rotari Chipper penghancur kayu sengon.
General Manager PT Naga Bhuana Aneka Piranti Rudy Hermawan di Pulang Pisau, Jumat, mengungkapkan bahwa saat ini warga Desa Mintin Kecamatan Kahayan Hilir itu sudah dirujuk ke RSUD Palangka Raya. Dan perusahaan pun tetap bertanggungjawab kepada karyawan yang mengalami kecelakaan kerja tersebut.
"Standar keamanan pengoperasional mesin sudah dipatuhi. Bagaimanapun kecelakaan kerja ini menjadi tanggungjawab penuh pihak perushaan," tandas Rudy di Pulang Pisau, Jumat.
Dikatakan Rudy, tangan karyawan tersebut terkena gearbox mesin rotari Chipper untuk penghancur kayu. Pihaknya juga masih melihat apakah kecelakaan tersebut ada unsur kelalaian karyawan dalam pengoperasionalan mesin tersebut atau ada faktor lain.
Menurutnya mesin-mesin yang ada di PT Naga Bhuana adalah mesin yang lebih canggih dari pabrik sebelumnyua yang ada di Solo, dan memiliki standar keamanan yang lebih baik.
Namun demikian, terang Rudy, pihak perusahaan tetap bertanggungjawab penuh dalam penanganan hingga biaya pengobatan karyawan yang mengalami kecelakaan kerja.
Saat disinggung apakah keamanan karyawan perusahaan diutamakan? Rudy mengungkapkan di perusahaan tersebut memiliki Manager Safety yang berada dibawah bagian HRD, sehingga pastinya keselamatan kerja lebih diutamakan.
Rudy juga mengungkapkan ada cerita mistis yang menyertai saat terjadi kecelakaan kerja tersebut. Dari keterangan beberapa karyawan, Kamis sekitar Pukul 10.00 WIB salah satu karyawan pada bagian repair mengalami kesurupan. Selanjutnya terjadi kecelakaan kerja yang dialami Arifin sekitar Pukul 14.30 WIB.
Dikatakan Rudy beberapa yang tidak masuk dalam nalar juga disampaikan karyawan lain. Pada saat terjadi kecelakaan dan korban Arifin sedang dibawa untuk mendapatkan pertolongan, salah satu karyawan wanita melihat ada sosok besar wanita berbaju putih bertaring dan berdarah tertawa, hingga membuat karyawan tersebut jatuh pingsan.
Menurut Rudy, pihak perusahan tentunya masih mengevaluasi kecelakaan kerja tersebut. Namun secara fakta, korban kecelakaan telah diberikan penanganan yang utama dan sudah dikomunikasikan dengan pihak keluarga korban.
Masalah lain tentunya pihak perusahaan telah memberikan yang terbaik, termasuk standar keamanan kepada karyawan dengan berdoa sebelum menjalankan semua aktivitas diperusahaan.
General Manager PT Naga Bhuana Aneka Piranti Rudy Hermawan di Pulang Pisau, Jumat, mengungkapkan bahwa saat ini warga Desa Mintin Kecamatan Kahayan Hilir itu sudah dirujuk ke RSUD Palangka Raya. Dan perusahaan pun tetap bertanggungjawab kepada karyawan yang mengalami kecelakaan kerja tersebut.
"Standar keamanan pengoperasional mesin sudah dipatuhi. Bagaimanapun kecelakaan kerja ini menjadi tanggungjawab penuh pihak perushaan," tandas Rudy di Pulang Pisau, Jumat.
Dikatakan Rudy, tangan karyawan tersebut terkena gearbox mesin rotari Chipper untuk penghancur kayu. Pihaknya juga masih melihat apakah kecelakaan tersebut ada unsur kelalaian karyawan dalam pengoperasionalan mesin tersebut atau ada faktor lain.
Menurutnya mesin-mesin yang ada di PT Naga Bhuana adalah mesin yang lebih canggih dari pabrik sebelumnyua yang ada di Solo, dan memiliki standar keamanan yang lebih baik.
Namun demikian, terang Rudy, pihak perusahaan tetap bertanggungjawab penuh dalam penanganan hingga biaya pengobatan karyawan yang mengalami kecelakaan kerja.
Saat disinggung apakah keamanan karyawan perusahaan diutamakan? Rudy mengungkapkan di perusahaan tersebut memiliki Manager Safety yang berada dibawah bagian HRD, sehingga pastinya keselamatan kerja lebih diutamakan.
Rudy juga mengungkapkan ada cerita mistis yang menyertai saat terjadi kecelakaan kerja tersebut. Dari keterangan beberapa karyawan, Kamis sekitar Pukul 10.00 WIB salah satu karyawan pada bagian repair mengalami kesurupan. Selanjutnya terjadi kecelakaan kerja yang dialami Arifin sekitar Pukul 14.30 WIB.
Dikatakan Rudy beberapa yang tidak masuk dalam nalar juga disampaikan karyawan lain. Pada saat terjadi kecelakaan dan korban Arifin sedang dibawa untuk mendapatkan pertolongan, salah satu karyawan wanita melihat ada sosok besar wanita berbaju putih bertaring dan berdarah tertawa, hingga membuat karyawan tersebut jatuh pingsan.
Menurut Rudy, pihak perusahan tentunya masih mengevaluasi kecelakaan kerja tersebut. Namun secara fakta, korban kecelakaan telah diberikan penanganan yang utama dan sudah dikomunikasikan dengan pihak keluarga korban.
Masalah lain tentunya pihak perusahaan telah memberikan yang terbaik, termasuk standar keamanan kepada karyawan dengan berdoa sebelum menjalankan semua aktivitas diperusahaan.
Pewarta : Adi Waskito
Editor : Ronny
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Universitas PGRI Palangka Raya tingkatkan nilai tambah buah naga lewat pendampingan pasca panen di Kalampangan
12 September 2025 14:14 WIB
PT SLK komitmen tingkatkan peran membangun daerah hingga optimalkan K3
19 February 2024 21:22 WIB, 2024
Ritual Naga Buka Mata dipercaya datangkan berkah dan terhindar dari malapetaka
03 February 2023 16:37 WIB, 2023
Terpopuler - Pulang Pisau
Lihat Juga
DLHK Pulang Pisau perkuat pengawasan pengelolaan sampah dan limbah dapur SPPG
15 April 2026 7:49 WIB
Waket DPRD Pulang Pisau akui sektor pendidikan ikut terdampak efisiensi anggaran
14 April 2026 17:23 WIB
Festival Literasi Harati ajarkan generasi muda Pulang Pisau cerdas memilah informasi
10 April 2026 7:02 WIB