Basarnas pastikan kelengkapan APD dalam operasi SAR di Kalteng
Sabtu, 27 Februari 2021 8:32 WIB
Kepala KPP Palangka Raya Haryadi. (ANTARA/Muhammad Arif Hidayat)
Palangka Raya (ANTARA) - Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Palangka Raya/Basarnas memastikan setiap operasi search and rescue (SAR) yang pihaknya lakukan di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah, senantiasa memastikan kelengkapan alat pelindung diri (APD) maupun mematuhi penerapan protokol kesehatan penanganan Coronavirus Disease 2019 (COVID-19).
"Dalam setiap operasi SAR di masa pandemi COVID-19 ini, kami senantiasa mematuhi penerapan protokol kesehatan," kata Kepala KPP Palangka Raya Haryadi, Sabtu.
Hal ini sebagai upaya pencegahan COVID-19 dengan memutus mata rantai penyebarannya melalui penerapan protokol kesehatan tersebut.
"Pimpinan kami di pusat pun tak henti-hentinya mengingatkan agar senantiasa menerapkan prokes, sebelum maupun sesudah kegiatan," jelasnya.
Haryadi menjabarkan, hal-hal yang biasa dilakukan para personelnya saat bertugas khususnya saat melakukan penyelamatan atau rescue selalu memerhatikan kelengkapan APD, baik masker, sarung tangan dan lainnya.
"Kami senantiasa disiplin menerapkan protokol kesehatan ini juga sebagai upaya mendukung pencegahan munculnya klaster baru COVID-19," terangnya.
Selain saat operasi SAR, dalam kegiatan kerja rutin lainnya pun penerapan protokol kesehatan tetap pihaknya lakukan secara disiplin, seperti memakai masker, mencuci tangan, serta menjaga jarak.
Lebih lanjut ia menjelaskan, sesuai tugas pokok yang dimiliki, garda terdepan yang KPP Palangka Raya miliki yakni para petugas penyelamat atau rescuer selalu siaga mengantisipasi berbagai bencana dan lainnya.
"Dalam satu minggunya para rescuer, sebanyak tiga hari diperuntukan untuk penyiapan dan pengecekan peralatan, hingga peningkatan kemampuan," ungkapnya.
Bahkan dalam waktu dekat ini pihaknya akan menggelar pelatihan peningkatan potensi para penyelamat yang fokus dalam teknik pertolongan gunung dan hutan, berkolaborasi dengan TNI, Polri dan lainnya.
"Dalam setiap operasi SAR di masa pandemi COVID-19 ini, kami senantiasa mematuhi penerapan protokol kesehatan," kata Kepala KPP Palangka Raya Haryadi, Sabtu.
Hal ini sebagai upaya pencegahan COVID-19 dengan memutus mata rantai penyebarannya melalui penerapan protokol kesehatan tersebut.
"Pimpinan kami di pusat pun tak henti-hentinya mengingatkan agar senantiasa menerapkan prokes, sebelum maupun sesudah kegiatan," jelasnya.
Haryadi menjabarkan, hal-hal yang biasa dilakukan para personelnya saat bertugas khususnya saat melakukan penyelamatan atau rescue selalu memerhatikan kelengkapan APD, baik masker, sarung tangan dan lainnya.
"Kami senantiasa disiplin menerapkan protokol kesehatan ini juga sebagai upaya mendukung pencegahan munculnya klaster baru COVID-19," terangnya.
Selain saat operasi SAR, dalam kegiatan kerja rutin lainnya pun penerapan protokol kesehatan tetap pihaknya lakukan secara disiplin, seperti memakai masker, mencuci tangan, serta menjaga jarak.
Lebih lanjut ia menjelaskan, sesuai tugas pokok yang dimiliki, garda terdepan yang KPP Palangka Raya miliki yakni para petugas penyelamat atau rescuer selalu siaga mengantisipasi berbagai bencana dan lainnya.
"Dalam satu minggunya para rescuer, sebanyak tiga hari diperuntukan untuk penyiapan dan pengecekan peralatan, hingga peningkatan kemampuan," ungkapnya.
Bahkan dalam waktu dekat ini pihaknya akan menggelar pelatihan peningkatan potensi para penyelamat yang fokus dalam teknik pertolongan gunung dan hutan, berkolaborasi dengan TNI, Polri dan lainnya.
Pewarta : Muhammad Arif Hidayat
Editor : Admin 4
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Tingkatkan kemampuan SAR, Basarnas manfaatkan perairan Kereng Bangkirai
15 June 2023 18:20 WIB, 2023
Basarnas-Pemkot Palangka Raya tingkatkan kemampuan 'jungle rescue' potensi SAR
16 March 2021 14:30 WIB, 2021
Bea Cukai Palangka Raya musnahkan senpi dan puluhan ribu batang rokok
02 December 2020 17:07 WIB, 2020
Wali Kota ajak seluruh elemen masyarakat Palangka Raya taat bayar pajak
06 March 2019 23:27 WIB, 2019
Capaian Pajak KPP Palangka Raya Baru 50 Persen, Optimis Target Tercapai?
26 October 2017 17:14 WIB, 2017