Paracetamol dikenal sebagai golongan obat analgesik (pereda nyeri) untuk meredakan rasa nyeri ringan hingga sedang akibat sakit kepala, sakit gigi, menstruasi, sakit punggung, hingga terkilir, selain juga untuk menurunkan demam.
"Saya anjurkan untuk dikonsumsi relatif agak bebas di rumah adalah paracetamol. Obat ini saja yang memiliki rentang keamanan yang cukup bagus baik untuk anak maupun dewasa," ujar dia dalam acara Brain Awareness Week Indonesia 2021 bertema "Otak dan Kehidupan Kita" yang digelar daring, Rabu.
Baca juga: Amankah ibu menyusui konsumsi obat COVID-19?
Paracetamol yang juga bisa bermanfaat sebagai penurun demam, juga bisa diminum pasien COVID-19 untuk mengurangi rasa tidak nyamannya.
Orang dewasa dapat mengonsumsi satu hingga dua tablet dengan maksimal 4 dosis paracetamol sehingga total menjadi delapan tablet 500 mg dalam 24 jam dan sebaiknya tunggu setidaknya 4 jam antara dosisnya, menurut Layanan Kesehatan Masyarakat di Britania Raya (NHS).
Anda juga tidak disarankan mengonsumsi paracetamol bersamaan dengan obat lain yang juga mengandung paracetamol untuk menghindari risiko overdosis. Oleh karena itu, sebelum minum obat lain, periksa label untuk melihat apakah obat itu mengandung paracetamol.
Baca juga: Ini lima kudapan untuk kurangi nyeri saat haid
"Dosisnya walau relatif aman juga jangan berlebihan," kata Dwikoryanto yang tergabung dalam Surabaya Neuroscience Institute (SNeI) itu.
Overdosis paracetamol dapat menyebabkan efek samping yang serius sehingga pengonsumsi disarankan tak tergoda untuk meningkatkan dosis atau mengambil dosis ganda jika rasa sakit sangat parah.
Meskipun kebanyakan orang dapat mengonsumsi paracetamol dengan aman, namun, beberapa orang perlu lebih berhati-hati dengan obat ini antara lain bila pernah memiliki riwayat reaksi alergi terhadap paracetamol, mengalami masalah hati atau ginjal, meminum obat epilepsi, obat tuberkulosis (TB) dan pengencer darah.
Dwikoryanto menuturkan, konsumsi obat pereda nyeri selain paracetamol sebaiknya dikonsultasikan dulu dengan dokter untuk memastikan penyebab nyeri sekaligus jenis obat yang tepat.
Baca juga: Kenali jenis hepatitis dan penanggulangannya
Baca juga: Polisi bekuk 5 penimbun penjual mahal obat COVID-19
Baca juga: Shopee libatkan kepolisian untuk tindak penjual obat palsu
Dokter sarankan atasi nyeri dengan paracetamol
Rabu, 22 September 2021 17:26 WIB
Ilustrasi (Pixabay)
Jakarta (ANTARA) - Dokter spesialis bedah saraf dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, dr. M. Dwikoryanto, Sp.BS., FINPS menganjurkan mereka yang memiliki keluhan rasa nyeri untuk meminum paracetamol mengingat obat ini relatif aman untuk dikonsumsi pada pengobatan mandiri.
Pewarta : Lia Wanadriani Santosa
Editor : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pelatihan cetak inovator herbal UMPR dorong kemandirian-inovasi obat tradisional
26 November 2025 12:33 WIB
Penelitian ungkap obat kumur anti kuman bisa gunakan ekstrak bawang putih
20 November 2025 11:30 WIB
Mahasiswa Farmasi UMPR lestarikan kearifan lokal lewat buku saku tanaman obat Suku Dayak
13 November 2025 15:09 WIB
Bupati Kotim apresiasi prestasi pelajar SMPN 1 Sampit mengangkat manfaat gelinggang
19 September 2025 5:12 WIB
FK-Fakultas Farmasi UMPR edukasi ibu pengajian tentang pemanfaatan tanaman obat
25 August 2025 12:56 WIB
Direktur RSUD Pulpis pastikan kebutuhan obat pasien tercukupi pasca kebakaran
26 July 2025 21:48 WIB