Dinas PUPR Barito Utara perbaiki Jembatan Mampuak
Jumat, 27 Mei 2022 16:35 WIB
Kepala Dinas PUPR Barito Utara Muhammad Iman Topik bersama tim teknis dari bidang Bina Marga Dinas PUPR saat melakukan penanganan dan perbaikan jembatan menuju Desa Mampuak, Kamis (26/5/2022).ANTARA/HO-Dinas PUPR Barut
Muara Teweh (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) setempat melakukan penanganan dan perbaikan Jembatan Mampuak di Kecamatan Teweh Timur yang mengalami longsor.
"Perbaikan jembatan yang longsor itu dilakukan pada Kamis (26/5) agar transportasi warga tidak terganggu," kata Kepala Dinas PUPR Barito Utara Muhammad Iman Topik di Muara Teweh, Jumat.
Menurut dia, perbaikan jembatan menuju Desa Mampuak menggunakan baja WF 600 sebanyak lima batang dengan panjang enam meter sehingga bisa fungsional.
Jembatan ini, kata Topik, juga merupakan salah satu akses mobilisasi material dari Muara Teweh menuju lokasi penanganan Jalan Datan yang saat ini akan di buka.
"Kerusakan Jembatan Mampuak tersebut diakibatkan adanya rembesan air menuju sungai sehingga mengakibatkan longsor di sekitar jembatan," katanya.
Dia mengatakan, jembatan ini tidak dilalui oleh kendaraan-kendaraan yang bermuatan besar, jadi kerusakan jembatan tersebut lebih disebabkan karena rembesan air saja.
"Dan Alhamdulillah sudah tertangani dan bisa membawa material dari Muara Teweh untuk penanganan Jalan Datan," kata Topik.
Desa Mampuak merupakan merupakan salah satu sentra produksi jagung di Kabupaten Barito Utara yang kini lahan pertanian jagung di desa setempat seluas 300 hektare.
Ratusan hektare tanaman jagung ini dimiliki warga setempat satu hingga dua hektare dan maksimal empat hektar per kepala keluarga. Sekitar 70 persen penduduknya hidup sebagai petani jagung.
"Perbaikan jembatan yang longsor itu dilakukan pada Kamis (26/5) agar transportasi warga tidak terganggu," kata Kepala Dinas PUPR Barito Utara Muhammad Iman Topik di Muara Teweh, Jumat.
Menurut dia, perbaikan jembatan menuju Desa Mampuak menggunakan baja WF 600 sebanyak lima batang dengan panjang enam meter sehingga bisa fungsional.
Jembatan ini, kata Topik, juga merupakan salah satu akses mobilisasi material dari Muara Teweh menuju lokasi penanganan Jalan Datan yang saat ini akan di buka.
"Kerusakan Jembatan Mampuak tersebut diakibatkan adanya rembesan air menuju sungai sehingga mengakibatkan longsor di sekitar jembatan," katanya.
Dia mengatakan, jembatan ini tidak dilalui oleh kendaraan-kendaraan yang bermuatan besar, jadi kerusakan jembatan tersebut lebih disebabkan karena rembesan air saja.
"Dan Alhamdulillah sudah tertangani dan bisa membawa material dari Muara Teweh untuk penanganan Jalan Datan," kata Topik.
Desa Mampuak merupakan merupakan salah satu sentra produksi jagung di Kabupaten Barito Utara yang kini lahan pertanian jagung di desa setempat seluas 300 hektare.
Ratusan hektare tanaman jagung ini dimiliki warga setempat satu hingga dua hektare dan maksimal empat hektar per kepala keluarga. Sekitar 70 persen penduduknya hidup sebagai petani jagung.
Pewarta : Kasriadi
Editor : Muhammad Arif Hidayat
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Barito Utara
Lihat Juga
Disnakertranskop UKM Barut komitmen tingkatkan SDM warga binaan Lapas Muara Teweh
01 February 2026 7:37 WIB
Lantik pejabat, Bupati Barut tekankan integritas dan pelayanan kepada masyarakat
30 January 2026 19:56 WIB
Pemkab Barut perkuat ekonomi kerakyatan dukung RAT Koperasi Kelurahan Merah Putih Lanjas
29 January 2026 16:42 WIB
Kunjungi Dekranasda Jakarta, Ketua PKK Barut tingkatkan UMKM dan produk kerajinan daerah
29 January 2026 8:38 WIB